oleh

#KMANV Dimulai, “Laksanakan Perubahan Negara dengan Tindakan Nyata”

Kampong Tanjung Gusta, BatakToday

Sejak kemarin, Selasa (14/03/2017), Kampong Tanjung Gusta, Deli Serdang telah dipenuhi kontingen Masyarakat Adat dari seluruh penjuru Nusantara. Rangkaian kegiatan dalam Kongres Masyarakat Adat V (#KMANV) hari ini diawali dengan berbagai kegiatan, diantaranya simposium dan sarasehan.

Saat berita ini diturunkan, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) telah membuka Simposium Masyarakat Adat dengan tema “Tata Negara dan Re-organisasi Kelembagaan Negara”, Rabu pagi (15/03/2017).

Dalam diskusi yang berlangsung dalam simposium ini,  Staf Ahli Bidang Pemerintahaan Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro, mengatakan bahwa Masyarakat Adat adalah pemilik sah Negara ini sebelum Indonesia merdeka.

Suhajar juga menegaskan, suatu keharusan pemerintah daerah harus berkomitmen untuk mensahkan eksistensi masing-masing masyarakat adat di daerahnya, sesuai dengan Permendagri No. 52 dan Skema Desa Adat.

Diterangkannya juga, melalui aturan desa adat, terbuka jalur masuk ke dalam pembiayaan pemerintah, dalam upaya pengakuan masyarakat adat.

Suasana simposium Masyarakat Adat_Tata Negara dan Re-organisasi Kelembagaan Negara (roganda simanjuntak)
Suasana simposium “Tata Negara dan Re-organisasi Kelembagaan Negara” (roganda simanjuntak)

Berdasarkan publikasi oleh pihak Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), kongres ini dihadiri sekitar 5000 orang sebagai perutusan yang turut dalam kontingen masing-masing Masyarakat Adat yang beraliansi di dalam AMAN.

Seluruh rangkaian kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara V yang bertemakan “Laksanakan Perubahan Negara dengan Tindakan Nyata” ini, akan berlangsung 15-19 Maret 2017. Dalam rencana awal, kongres ini akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. (ajvg)

#KMANV

#KongresMasyarakatAdatNusantara

#AliansiMasyarakatAdatNusantara-AMAN

News Feed