Komunikasi Sampah

Komunikasi Sampah

789
Komunikasi 'Sampah' ala Haranggaol (Foto: Arif JV Girsang)

Oleh: Arif JV Girsang*)

Belum lama ini Kawasan Danau Toba ditimpa ‘musibah’ berupa ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten Simalungun yang menjadikan bibir pantai Danau Toba sebagai tempat pembuangan (TPA) sampah, di Huta Tangga Batu, Kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan.

Baca berita: Bukannya Dukung Pariwisata, Pemkab Simalungun Jadikan Pantai Haranggaol TPA Sampah

Ketika penulis mendatangi langsung lokasi pembuangan sampah di kelurahan itu, dijumpai bentuk komunikasi yang unik antara Lurah Haranggaol dengan warga Haranggaol yang menolak sikap dan tindakan buang sampah yang ternyata telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya.

Lurah Haranggaol yang kemudian dihubungi via sambungan telepon, pertama menyebutkan telah menempatkan pemberitahuan sebagai larangan membuang sampah di tempat itu. Kemudian menyebutkan bahwa tentang sampah adalah merupakan tugas dan tanggungjawab Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) terkait di lingkungan Pemkab Simalungun, dan selebihnya dapat melakukan komunikasi dengan Camat Haranggaol Horisan yang menjadi atasannya.

Sedikit unik di ‘lokasi TPA’ di Huta Tangga Batu, pemberitahuan larangan membuang sampah, atau lurah menyebutnya pamflet, yang berbunyi “Dilarang Buang Sampah di Sini”, dibubuhi ‘ttd’ Lurah Haranggaol, kemudian dijawab warga juga dengan pamflet yang ditempatkan di ‘TPA’ yang sama. Tulisan warga berbunyi, ”Loh…??? Memang Siapa yang Buang Sampah di Danau ini Pak Lurah???” dan “Ditunggu Jawabannya ya Pak Lurah…GBU”, keduanya ‘ttd’ Warga.

Sampah yang dibuang dan dibakar, di Huta Tangga Batu, Kelurahan Haranggaol, Kabupaten Simalungun (Foto: Arif JV Girsang)
Sampah yang dibuang dan dibakar, di Huta Tangga Batu, Kelurahan Haranggaol, Kabupaten Simalungun (Foto: Arif JV Girsang)

Tentu menjadi pertanyaan, apakah pertanyaan warga Haranggaol di atas juga akan dijawab lurahnya dengan tulisan di tempat sampah itu?

Saat penulis kemudian mencoba untuk menghubungi Camat Haranggaol Horisan, didapat jawaban normatif tentang kejadian pembuangan sampah di tepi danau. Camat menyebutkan itu adalah tugas dari dinas terkait, disebutkannya  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Simalungun, dan tambahannya, bahwa dia telah memerintahkan lurahnya untuk membakar sampah yang ada di tempat itu, serta berkoordinasi dengan pihak BLH untuk penanganan selanjutnya. Penulis yang dalam komunikasi dengan Camat Haranggaol Horisan telah memperkenalkan diri sebagai jurnalis dari media online BatakToday.com, tidak mendapat informasi lain, misalnya solusi atau langkah selanjutnya sehubungan masalah pembuangan sampah di tepi danau.

Di jalan pulang menuju Pematangsiantar, di tepi jalan melihat beberapa WC atau toilet yang terletak di atas saluran. Kemudian memasuki daerah Kecamatan Purba, tepatnya di tepi jalan di kawasan Hutan Sigiringgiring, sekitar satu kilometer dari gapura di Simpang Haranggaol, penulis masih menemukan tumpukan sampah yang ditempatkan begitu saja, di tepi jalan pada dua tempat di kawasan hutan itu. Sebelumnya, Camat Haranggaol Horisan telah menerangkan bahwa kawasan Hutan Sigiringgiring berada di luar teritorialnya, itu berada di Kecamatan Purba, bukan kecamatannya lagi.

Toilet di tepi jalan menuju Haranggaol (Foto: Arif JV Girsang)
Toilet di tepi jalan menuju Haranggaol (Foto: Arif JV Girsang)

Menjadi pertanyaan, camat sebagai pemangku kepentingan di daerahnya, pernahkah membangun komunikasi dengan pihak terkait di Pemkab Simalungun tentang sampah di Hutan Sigiringgiring ini? Pernahkah ada komunikasi dengan BLH, bahwa sampah sebaiknya bukan dibakar? Pernahkah melakukan komunikasi dengan warganya yang menempatkan WC di tepi jalan, di atas saluran?

Haranggaol, selain daerah pertanian, daerah perikanan, juga menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Memang di waktu terakhir ini, oleh adanya keramba jaring apung (KJA) dan buruknya infrastruktur, terutama jalan, Haranggaol hampir kehilangan pamornya sebagai daerah tujuan wisata. Namun hampir dapat dipastikan juga, dari kabar tentang sampah, tentang toilet di pinggir jalan, masalah komunikasi dalam pemerintahan di daerah ini menjadi salah satu kendala untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

Sampah di Harangan Sigiringgiring, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun (Foto: Arif JV Girsang)
Sampah di Harangan Sigiringgiring, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun (Foto: Arif JV Girsang)

Ketika penulis bertemu dengan salah satu penggiat dan pengurus Asosiasi Dearma Haranggaol Horisan, yang beberapa waktu terakhir aktif bersama warga Haranggaol lainnya untuk mengatasi berbagi masalah, termasuk kebersihan, perbaikan jalan, serta kesetimbangan antara KJA dengan Pariwisata. Dia kemudian justru memberikan ‘kabar tak sedap’, bahwa postingannya di media sosial, yang menyebarkan berita tentang sampah di daerahnya, mendapat tanggapan miring dari pihak lain.

Ada pihak yang berkomunikasi dengan pengurus Asosiasi Dearma Haranggaol Horisan sehubungan masalah sampah itu. Tetapi penekanannya bukan untuk membantu mencari solusi, justru melancarkan tudingan bahwa postingan di media sosial tentang sampah, disebutkan sebagai upaya politisasi, yaitu hubungannya dengan ‘kabar’ bahwa Bupati Simalungun saat ini berencana untuk maju dalam Pilkada Sumut 2018.

Warga membersihkan saluran di Kelurahan Haranggaol (Foto: Arif JV Girsang)
Warga membersihkan saluran di Kelurahan Haranggaol, Selasa 20/6/2017 (Foto: Arif JV Girsang)

Adakah pihak yang mau datang begitu saja untuk ‘membangun’ komunikasi dengan warga Haranggaol, sehubungan dengan berita tentang sampah tersebut, tanpa di belakangnya ada keterkaitan dengan unsur Pemkab Simalungun?

Pemerintah Kabupaten Simalungun bukannya membangun komunikasi internal maupun eksternal yang efektif untuk mencari solusi masalah sampah di Haranggaol, justru yang sedang terjadi adalah komunikasi yang penulis melihatnya tidak berguna atau berharga, atau berkualitas rendah.

Hal-hal yang dianggap tidak berguna atau berharga, atau berkualitas rendah, juga dapat disebut sebagai sampah. Sehingga penulis menyebut komunikasi yang sedang ada dan sedang dibangun Pemerintah Kabupaten Simalungun saat ini, sehubungan masalah sampah di Haranggaol, adalah Komunikasi Sampah.

Tak lama setelah kejadian terkait sampah di Haranggaol, penulis menghadiri sebuah acara di Kota Pematangsiantar, yang diselenggarakan oleh pemerintah kotanya, dengan judul “Temu Pers Pimpinan Daerah”, bertemakan “Menjalin Komunikasi yang Sinergis antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan Insan Pers dalam Mewujudkan Kota Pematangsiantar Mantap, Maju dan Jaya”.

Baca berita: Judulnya untuk Komunikasi yang Sinergis, Nyatanya Hefriansyah Tinggalkan Insan Pers

Plh Walikota Siantar meninggalkan acara yang dari temanya jelas bertujuan untuk menjalin komunikasi yang sinergis dengan insan pers, tetapi meninggalkan acara tersebut tanpa komunikasi dengan pihak yang diharapkan untuk memberi masukan, yang berkomunikasi dengannya sebagai pimpinan daerah. Lagi-lagi ini adalah komunikasi yang setali tiga uang, Komunikasi Sampah…!

Temu Pers Pimpinan Daerah, dengan tema: “Menjalin Komunikasi yang Sinergis antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan Insan Pers dalam Mewujudkan Kota Pematangsiantar Mantap, Maju dan Jaya”, Ruang Data Pemko Pematangsiantar, Kamis 22/6/2017 (Foto: Arif JV Girsang)
Temu Pers Pimpinan Daerah, dengan tema: “Menjalin Komunikasi yang Sinergis antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan Insan Pers dalam Mewujudkan Kota Pematangsiantar Mantap, Maju dan Jaya”, Ruang Data Pemko Pematangsiantar, Kamis 22/6/2017 (Foto: Arif JV Girsang)

Jika komunikasi adalah suatu proses untuk saling membagi informasi atau ide antara para pihak yang terlibat di dalamnya, baiklah pemerintah juga sedemikian rupa melakukannya secara efektif dan dalam sebuah sistem yang efisien.

Menjadi pelajaran bersama, baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah atasannya, juga bagi seluruh pemangku kepentingan, agar membangun sebuah komunikasi yang baik, dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dan tentunya untuk mempercepat pembangunan Bangsa dan Negeri Tercinta, Indonesia…!

*) Penulis adalah redaktur di media online BatakToday.com