oleh

Komunitas Batak di Belanda Gelar ‘Danau Toba Night’

Belanda, BatakToday –

‘Bonani Pasogit Belanda’, sebuah komunitas Batak di Belanda, akan menggelar ‘Danau Toba Night’ sekaligus dirangkai dengan perayaan hari jadinya ke-20, di Theater Stefanus, Braziliëdreef 2, 3563 CK Utrecht, pada Sabtu 4 Juni 2016 mendatang.

Ketua panitia ‘Danau Toba Night’, Henry Manik dalam siaran persnya, Minggu (20/3/2016) mengatakan, seperti di tahun-tahun sebelumnya, event tersebut akan dihadiri oleh tamu-tamu dari berbagai negara di Eropa, baik warga Batak maupun bangsa-bangsa lain.

Untuk memeriahkan acara serta mendorong terciptanya suasana khas Batak, Bonani Pasogit  akan mengundang artis Batak yang berasal dari pinggiran Danau Toba, yang telah terkenal dengan keaslian musik dan lagu-lagu Batak dengan peralatan musik tradisionalnya.

Pada event kali ini, akan digelar acara manortor per negara sesuai asal Negara undangan yang hadir.

Beberapa grup band Indonesia yang ada di Belanda juga akan ikut meramaikan event nanti, seperti Esa Samana Band, dan Tagy Band. Kedua band ini mempunyai personel asli orang Indonesia, dan sudah beberapa kali ikut ambil bagian di beberapa event di Belanda.

“Tim Bonani Pasogit akan berusaha bekerja keras dan solid dalam segala persiapan, agar nantinya jumlah pengunjung yang diharapkan bisa tercapai, sehingga profit yang diinginkan bisa didapat, yang akan digunakan untuk membantu daerah tertinggal dalam bidang pendidikan di Kabupaten Samosir dan daerah (lain) di Danau Toba,” jelas Henry.

Bonani Pasogit Belanda, Peduli Kampung Halaman

Henry menjelaskan, Bonani Pasogit merupakan wadah perkumpulan orang Batak di Belanda, yang telah berdiri secara resmi tahun 1996 dan diketuai oleh JH Sitorus. Pada awalnya perkumpulan ini bertujuan untuk menjadi wadah silaturahmi antara sesama orang Batak, khususnya di Belanda.

Pembangunan sumur, kamar mandi dan menara air bagi penduduk Huta Sigupa Baringbing, Desa Lumban Holbung, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, salah satu proyek sosial yang didanai dari hasil fundrising pada ‘Danau Toba Night’ yang digelar Bonani pasogit Belanda. (ist)
Pembangunan sumur, kamar mandi dan menara air bagi penduduk Huta Sigupa Baringbing, Desa Lumban Holbung, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa, salah satu proyek sosial yang didanai dari hasil fundrising pada ‘Danau Toba Night’ yang digelar Bonani pasogit Belanda. (ist)

Wadah ini pula menjadi sarana memupuk rasa kekeluargaan dengan cara mengadakan acara-acara bersifat kekeluargaan, dibarengi dengan sajian makanan khas dan lagu atau musik Batak.

Seiring waktu berjalan, kumpulan ini semakin berkembang dan berhasil menyatukan suatu tujuan lebih luas, yakni keinginan membantu kampung halaman (Bonani Pasogit) dengan cara mengadakan acara atau event fundrising, yang diberi judul ‘Danau Toba Night Event‘.

“Tentu dengan mencetuskan ide event seperti itu, diperlukan ide-ide kreatif dalam meramu program acara, agar bisa menarik para pengunjung untuk melihat event tersebut,” terang Henry.

Bona ni Pasogit berkeyakinan, dengan menampilkan kekayaan budaya, musik dan masakan khas Batak, akan bisa menarik keinginan orang.

“Dan dengan cara ini, otomatis telah mempromosikan pariwisata Sumatera Utara pada umumnya di Eropa,” tambah Henry.

Henry merinci, event Danau Toba Night yang digelar sekali dalam tiga tahun itu, telah berhasil membantu masyarakat di bona pasogit dengan terlaksananya beberapa proyek sosial di beberapa daerah di Sumatera Utara, diantarnya pembangunan proyek air minum bagi penduduk kampung Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir.

Selanjutnya, pembangunan sumur dan menara air bagi penghuni rumah cacat jiwa Alpha Omega di Kabanjahe, Tanah Karo; pembangunan sumur, kamar mandi dan menara air bagi penghuni rumah jompo di Gunung Tua, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pembangunan sumur dan menara air bagi penduduk kampung Sukarame, Kabupaten Dairi; pembangunan sumur dan menara air bagi penghuni kompleks perumahan tuna netra di Hepata, Kabupaten Tobasa.

Dan pada 2013 pembangunan sumur, kamar mandi dan menara air bagi penduduk Huta Sigupa Baringbing, Desa Lumban Holbung, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa.

Di samping proyek-proyek air tersebut, juga banyak sumbangan yang diberikan oleh Bonani Pasogit untuk korban tanah longsor Bukit Lawang, korban letusan Gunung Sinabung, untuk gereja Bethesda, Simalungun, dan sejumlah daerah lain di pinggiran Danau Toba. (rel/TM)

Foto: Suasana keriaan khas batak pada salah satu acara yang digelar Bonani Pasogit Belanda beberapa waktu lalu. (ist)

News Feed