oleh

Konsolidasi Akbar Gerakan Mahasiswa Sumut: “Sejahterakan Buruh dan Revolusi Pendidikan”

Medan, BatakToday

Memperingati Hari Buruh atau disebut  May Day pada tanggal 01 Mei 2017, dan menjelang Hari Pendidikan Nasional 02 Mei 2017, elemen mahasiswa dari berbagai organisasi di Sumatera Utara, yang menamakan diri Konsolidasi Akbar Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara, melakukan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya, Senin (01/05/2017) dimulai pukul 09. 00 Wib.

Berbeda dengan aksi unjuk rasa lainnya yang mendatangi kantor pemerintah atau gedung wakil rakyat, aksi ini memilih ‘kolong jembatan’ Fly Over Jamin Ginting (Simpang Pos), Medan, sebagai lokasi aksi unjuk rasa, sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas kota Medan hari Senin kemarin.

Organisasi mahasiswa yang terkonsolidasi dalam gerakan ini adalah GemaProdem, GMNI, BarsDem, FrontPeta, PDAS, dan GEMATOBASA. Isu yang mereka suarakan dalam aksi ini menyangkut sistem pendidikan dan kondisi buruh di Indonesia.

Pimpinan aksi, Budi, dalam orasinya menyebutkan kondisi pendidikan hari ini berbanding terbalik dengan tujuannya yang hakiki.

“Pendidikan hari ini sudah berbanding terbalik dengan tujuannya. Kebebasan berekspresi serta berkreasi dikangkangi secara ototiter. Sanksi-sanksi sepihak terhadap pelajar yang berkreasi, menjadi momok yang menakutkan. Pada akhirnya menciptakan Generasi Bangsa yang penakut dan menjadi pecundang,” serunya.

Aksi unjuk rasa Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara di kolong jembatan Fly Over Jamin Ginting-Medan, berlangsung damai di bawah penjagaan aparat kepolisian (bataktoday/stp)
Aksi unjuk rasa Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara di kolong jembatan Fly Over Jamin Ginting-Medan, berlangsung damai di bawah penjagaan aparat kepolisian (bataktoday/stp)

Kemudian, tentang perburuhan di negara ini Budi menyoroti kondisi buruh serta kesejahteraannya saat ini.

“Begitu juga dengan buruh di Indonesia, semakin parah. Kehidupan buruh masih sangat jauh dari layak.  Regulasi kebijakan pemerintahan indonesia tidak membawa buruh pada kesejahteraan. Penguasa adalah hamba dari kaum pemodal, padahal Pemerintah seharusnya memangku para buruh, dan menghentikan penghisapan yang terus dilakukan oleh kaum pemodal,” sebutnya.

Secara keseluruhan, elemen Mahasiswa Sumatera Utara  dalam Konsolidasi Akbar Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara, menuntut dan menyerukan kepada pemerintah agar nasib buruh dan pendidikan di Negeri ini diperbaiki. Tuntutan mereka diberi ‘judul’ Kembalikan Alat Kerja Buruh dan Revolusi Pendidikan, dengan 10 butirnya yaitu Wujudkan pendidikan gratis, objektif, ilmiah, dan bervisi kerakyatan, Tolak komersialisasi dalam dunia pendidikan, dan Berikan hak belajar bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu.

Lima tuntutan lainnya, Tolak penghisapan terhadap buruh, dan Wujudkan hidup buruh yang sejahtera, Tolak intervensi asing (IMF, World Bank, dan sejenisnya), Golput aktif di setiap Pemilu (Rusak Suara), Anti elit politik dan Partai Politik,  Tolak pembangunan bersifat kemodalan, dan Kembalikan tanah rakyat.

Aksi yang diikuti sekitar 135 orang mahasiswa ini berakhir pada pukul 18.00 Wib. Konsolidasi Akbar Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara berencana untuk kembali melakukan aksi hari ini, Selasa (02/05/2017) dalam rangka ‘memperingati’ Hari Pendidikan Nasional. (stp)

News Feed