oleh

Korea Selatan Dukung Program ‘One Village One Product’

Jakarta, BatakToday –

Pemerintah Korea Selatan menyatakan siap membantu pemerintah Indonesia untuk mensukseskan program one village one product (satu desa satu produk). Selain itu, Korea juga mendukung program pasca panen.

Hal itu diutarakan Duta Besar Republic of Korea untuk Indonesia, Mr Taiyoung Cho, saat mengunjungi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Sandjojo di ruang kerjanya di Jakarta (15/9/2016).

“Kami sangat setuju dengan program ini, dan Korea akan membantu program tersebut,” ujarnya saat berdiskusi dengan Menteri Eko, seperti dilansir dari laman resmi Kemendes PDTT.

Taiyoung Cho mengungkapkan,  sebelumnya telah ada kerjasama antara CJ Corporation dari Korea dengan Kabupaten Kulonprogo terkait produk unggulan Kulonprogo. Dijelaskannnya, perusahaan industri makanan terbesar di Korea tersebut melihat potensi produksi gula semut di sana. Dalam kerjasama tersebut, penghasil produk diajari untuk mengemas gula semut agar terlihat lebih menarik.

“Dengan begitu gula semut dapat dipasarkan ke toko-toko. Dan salah satu produk makanan milik Korea memakai gula merah dari Kulonprogo,” ungkapnya.

Menanggapi tawaran Dubes Korea, Mendes PDTT Eko Sandjojo mengatakan, perlu adanya simple model (model sederhana) untuk menerapkan program satu desa satu produk. Misalnya model strategi pemasaran produk unggulan yang bisa ditiru oleh beberapa desa lainnya.

“Program satu desa satu produk ini semata-mata adalah untuk meningkatkan kapasitas perekonomian daerah. Kalau di desa sudah berhasil, kita akan tingkatkan menjadi satu kecamatan satu produk, dan terus ditingkatkan ke skala yang lebih besar,” ujarnya.

Menteri Eko juga mengatakan, Indonesia memiliki program unggulan lain untuk desa, yakni ‘dana desa’. Program ini dilakukan dengan menyalurkan dana secara langsung ke desa-desa, untuk pelaksanaan pembangunan secara mandiri oleh desa.

“Selain itu, pembangunan desa juga bisa dilakukan melalui investasi di bidang pertanian dan pariwisata,” ujarnya. (AD)

News Feed