oleh

KPK Lelang Tanah Rampasan dari Anas Urbaningrum

Jakarta, BatakToday –

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan pelaksanaan lelang eksekusi barang rampasan perkara atas nama Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat. Pelelangan dilakukan setelah perkara Anas Urbaningrum inkracht (berkekuatan hukum tetap) berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor: 1261 K/Pid.Sus/2015 tanggal 08 Juni 2015.

Menurut pengumuman lelang oleh KPK, lelang rampasan akan dilaksanakan tanpa kehadiran peserta lelang dengan menggunakan Aplikasi Lelang e-mail (e-auction) dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta.

Barang rampasan yang dilelang terdiri dari 3 bidang tanah, yakni 1 bidang tanah di Desa Panggungharjo Sewon Bantul seluas 280m², SHM Nomor 11983; 1 bidang tanah di Desa Panggungharjo Sewon Bantul seluas 389m², SHM Nomor 5193; dan sebidang tanah dengan SHM Nomor 542/Mantrijeron seluas ±200m² yang terletak di Jalan DI Panjaitan Mantrijeron Yogyakarta.

Biro Humas KPK kepada BatakToday, Senin (31/10/2016) petang menjelaskan, selain 3 bidang tanah yang dilelang, terdapat sebidang tanah dengan SHM Nomor 541 seluas 7.670 m2 yang terletak di Jalan DI Panjaitan Mantrijeron Yogyakarta yang juga dirampas untuk negara, namun diputuskan tidak dilelang karena selama ini telah digunakan untuk sarana pendidikan, keagamaan dan kepentingan umum.

“Pengelolaan dan pemanfaatan diserahkan kepada yayasan Al Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Untuk pelaksanaan putusan ini KPK merencanakan akan menyerahkan pengelolaannya kepada Kementerian Agama,” terang Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati melalui surel, menjawab konfirmasi BatakToday. (ajvg)

News Feed