Kritis, Mahasiswa Korban Penyiksaan Satpam USU Dipindah ke RS Columbia

Kritis, Mahasiswa Korban Penyiksaan Satpam USU Dipindah ke RS Columbia

1438
Imanuel Silaban, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, korban penganiayaan dan penyiksaan yang diduga dilakukan anggota Satpam USU, saat akan dipindahkan dari RS Bhayangkara ke RS Columbia Asia, Medan, Jumat siang 20/10/17 (Foto: Rumah Belajar KDAS)

Medan, BatakToday

Imanuel Silaban, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, yang sempat dirawat di RS Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim, Jumat siang (20/10/2017), akhirnya dipindahkan ke RS Columbia Asia. Kondisinya disebutkan kritis, dan RS Bhayangkara tidak cukup memadai untuk menangani keadaannya yang terluka parah, akibat penganiayaan dan penyiksaan yang dialaminya, yang diduga kuat dilakukan oleh anggota Satpam USU pada Kamis malam (19/10/2017).

Sebelumnya, pihak Rektorat yang diwakili Wakil Rektor V, Luhut Sihombing, menemui mahasiswa yang sedang melakukan protes terhadap penganiayaan dan penculikan yang diduga kuat dilakukan oleh anggota Satpam USU, Setelah proses dialog tadi pagi sekitar pukul 08.00 Wib, Luhut mengatakan bahwa Imanuel atau Nuel, sudah dirawat di RS Bhayangkara,  dan mengajak mahasiswa yang melakukan aksi untuk melihat keadaannya ke rumah sakit itu.

Baca berita terkait: Mahasiswa USU Disiksa dan Diculik

Sumber BatakToday menyebutkan, pihak Universitas Sumatera Utara menyatakan bertanggungjawab atas penanganan kondisi Nuel akibat kejadian tersebut.

Perwakilan mahasiswa yang tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 08.30 Wib, diterima pihak RS Bhayangkara, dan menyebut Nuel sedang dirawat di ruangan ICU, dan sedang di-rontgen.

Melihat kondisi Nuel yang sangat kritis, Wakil Rektor V Luhut Sihombing meminta agar Nuel segera dipindahkan ke RS Columbia Asia, Jalan Listrik, untuk penanganan medis yang lebih memadai.

Sekitar pukul 11.30 Wib, Nuel dibawa dengan ambulans menuju RS Columbia. Sejumlah mahasiswa, rekan Nuel, terlihat cemas setelah mengetahui kondisi temannya itu. Dalam kondisi setengah sadar, dengan sejumlah luka di kepala, dahi, kaki, dan dengan perut diperban, Nuel diiringi keluarga dan beberapa temannya berangkat ke RS Columbia. (ajvg)