oleh

Laga Kambing Truk dengan Minibus di Tampahan Tobasa

Tobasa, BatakToday-

Tabrakan “laga kambing” antara angkutan umum minibus Taxi Kita Bersama (TKB) jurusan Medan-Padangsidimpuan dengan truk Colt Diesel mengakibatkan satu orang mengalami patah kaki dan dua orang luka parah. Peristiwa naas itu terjadi di jalan lintas Sumatera di Tampahan Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (12/12) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Ketiga korban patah kaki dan luka parah segera dievakuasi dan saat ini dirawat di RSU HKBP Balige.

Korban patah kaki, Kamal Karim Siregar (60) di ruang perawatan RSU HKBP Balige kepada BatakToday mengatakan, ia duduk di bangku depan, dan pada saat tabrakan terjadi kakinya terjepit pada bak mobil yang ringsek akibat laga kambing dengan truk yang melaju kencang dari arah berlawanan. Akibatnya, ia mengalami patah kaki pada tiga titik sesuai keterangan pihak rumah sakit.

Truk Colt Diesel  pengangkut bawang jatuh ke jurang pada peristiwa kecelakaan di Tampahan Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (12/12) dinihari. (bataktoday/js)
Truk Colt Diesel pengangkut bawang jatuh ke jurang pada peristiwa kecelakaan di Tampahan Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (12/12) dinihari. (bataktoday/js)

Dua orang korban luka parah, sopir dan penumpang lainnya belum bisa di konfirmasi, karena masih dalam  keadaan trauma dan masih dalam penanganan pihak medis.

Amatan BatakToday di lokasi kecelakaan, mobil truk Colt Diesel bermuatan bawang merah tersebut jatuh ke sungai dengan kedalaman 5 meter, dan mobil penumpang L-300 mengalami ringsek di bagian depan.

Pemilik truk, Marijon menjelaskan, kejadian naas  berawal ketika 3 pengendara sepedamotor menguntit truk mereka ketika melintas di kawasan Siborongborong.

Selanjutnya, seorang diantara penguntit menodongkan pistol ke arah  mereka, dan sempat meletuskan senjatanya.

“Saya langsung memerintahkan ke supir agar menancap gas,” ujar Marijon.

Marijon mengatakan, sebelum terjadi tabrakan di Tampahan, tiga kali truk nyaris mengalami kecelakaan.

“Kami sempat dihentikan petugas Pos Polisi di wilayah Tampahan, namun kami tidak berhenti karena fokus untuk melarikan diri dari kejaran pihak yang kami duga perampok itu,” lanjut Marijon.

“Namun karena tidak terkontrol lagi, persis di tikungan ini mobil kami langsung menghantam mobil Mini bus L-300, dan kami pun masuk jurang,” ujar Marijon.

Marijon mengatakan, karena takut di keroyok massa, ia dan sopir truk langsung melarikan diri dengan menyusuri sungai tempat truk jatuh, dan akhirnya menyerahkan diri ke Kantor Polsek Balige.

Terpisah, sopir truk ketika dikonfirmasi di Pos Lantas Balige, menyangkal adanya letusan senjata.

“Itu tidak benar, suara tembakan tidak ada saya dengar,” ujarnya singkat.

Kasat Lantas Polres Tobasa AKP Radu Sembring Brahmana menjelaskan, akan melakukan penyelidikan atas peristiwa tabrakan itu.

“Ini akan kami perdalam dulu, karena keterangan sopir dan pemilik mobil masih simpang siur. Nanti akan kami mintai keterangan juga dari pihak sopir minibus L-300,” ungkapnya.

Menurut Radu, diduga truk mencuri jalan dan ugal-ugalan, sehingga truk menghantam mobil penumpang mini bus dan akhirnya masuk ke jurang.

“Nanti truk akan kami evakuasi. Saat ini personil Lantas sedang mengupayakan pembongkaran muatan dari truk, agar bisa di tarik dari jurang,” tegas Radu. (JS)

Foto: Mobil minibus L-300  TKB ringsek di bagian depan akibat hantaman truk yang melaju dari arah berlawanan, pada peristiwa kecelakaan di Tampahan Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (12/12) dinihari. (bataktoday/js)

News Feed