oleh

Lapangan Horbo untuk Masyarakat, Bukan untuk Pengusaha (Sirkus)!

Pematangsiantar, BatakToday

Sebuah mobil bertuliskan “Oriental Circus” parkir di sekitar Lapangan Horbo Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat pada Rabu malam (23/8/2017) sekitar pukul 19.00 Wib.

Beberapa orang warga yang sedang berada di salah satu warung milik marga Siahaan, persis berhadapan dengan lapangan tersebut, ‘langsung’ membicarakan kehadiran mobil itu, saat penumpangnya memasuki salah satu rumah yeng tak jauh dari warung itu.

Simanjuntak, salah satu tokoh masyarakat di kelurahan itu, mempertanyakan kehadiran mobil ‘sirkus’ itu.

“Bah, yang mau adanya sirkus mau datang ke lapangan ini?” tanyanya kepada orang-orang yang lebih muda di warung itu.

Ketika mendapat jawaban bahwa terbetik berita rencana ‘orang sirkus’ untuk menyelenggarakan pertunjukan di Lapangan Horbo beberapa waktu yang akan datang, Simanjuntak langsung menyampaikan penolakannya.

“Tak cocok lapangan ini untuk tempat pertunjukan-pertunjukan lagi. Mau sirkus, pasar malam, atau musik-musik macam selama ini. Lapangan ini kan digunakan masyarakat tiap hari. Ini lapangan untuk olahraga, tempat anak-anak bermain, tempat lansia senam-senam. Mau ke mana orang-orang ini semua, ratusan orang tiap harinya memakai lapangan ini. Dari mana-mana sekarang ini orang datang ke Lapangan Horbo, bukan cuma orang kampung kita ini. Kalau masuk sirkus ke sini, sudah tak betul itu!” tuturnya tentang alasan penolakannya.

Tak jauh berbeda dengan Siahaan, pemilik warung yang sekaligus menjadi pembina pemuda remaja di kawasan itu.

“Aku pun berjualannya di sini. Kalau ada sirkus, pasar malam, atau konser musik pun itu, terus terang tambahnya penghasilanku. Tapi bukan ke situ larinya. Masalah jadinya kalau lapangan ini dipakai untuk kegiatan seperti itu. Selama kegiatan, termasuk persiapannya, tak ada tempat anak-anak muda ini berolahraga sehari-hari. Apalagi, kita rutin menyelenggarakan turnamen sepakbola di lapangan ini. Dan jelas, lapangan ini kan dipakai masyarakat banyak untuk olahraga sehari-hari,” sebutnya.

Baca juga berita: Selamatkan Lapangan Horbo!

Ditambahkan lagi oleh Siahaan, lapangan akan mengalami kerusakan setiap digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti disebut sebelumnya.

“Baru, kita tak setuju lapangan ini dipakai lagi untuk kegiatan seperti itu. Selalu rusak habis ada sirkus, pasar malam, atau konser musik. Mana perduli yang pakai itu, alasannya mereka sudah bayar retribusi ke Pemko Siantar. Kami juganya yang selalu memperbaiki setiap ada kerusakan habis kegiatan-kegiatan itu. Pokoknya tak pas lagi lah kalau pemerintah kasi ijin untuk sirkus atau sejenisnya,” ujarnya menunjukkan kekesalan.

Siahaan sekaligus menyampaikan pesan kepada Pemko Pematangsiantar, agar mengutamakan kepentingan masyarakat luas, dibandingkan pengusaha yang menggunakan lapangan tersebut dalam rangka mencari untung.

“Tak sebanding manfaat kegiatan-kegiatan itu dengan akibatnya, terutama untuk pembinaan mental dan jasmani anak-anak muda dan anak-anak ini semua. Macam dibilang Amang Simanjuntak tadi, bukan cuma anak kampung ini yang kita bina di sini, dari kampung lain juga. Jadi kita mau tau juga lah, Pemko Siantar ini mau pilih berpihak sama kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak, atau mau berpihak sama pengusaha-pengusaha yang mau cari untung dari pakai lapangan ini? Lagi pun Pemerintah kan berkepentingan biar anak-anak muda ini dibina mental sama jasmaninya, apalagi dengan ancaman bahaya narkoba sekarang ini. Jadi, sudah tak benar lagi pemerintah kalau kasi ijin!” ujarnya menyampaikan pesannya kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar. (ajvg)

News Feed