oleh

Lebih Takut Kena Hujan daripada Cilaka…!

Pematangsiantar, BatakToday

Gerimis yang jatuh dari langit membuat para pengendara sepeda motor memacu kecepatan tunggangannya untuk segera sampai di tujuan. Pemandangan yang kerap terlihat di jalanan Kota Siantar ini, juga terpantau di Jalan Kartini pada Jumat siang (03/03/2017), sekitar pukul 12.00 Wib.

Kecepatan sepeda motor pada lalu lintas dua arah di jalan ini terlihat berbeda dengan kecepatan pada kondisi cuaca normal. Bahkan sebagian tidak peduli sampai melewati batas jalur sebagaimana mestinya, sehingga berpotensi tabrakan dengan kendaraan yang datang dari depan.

Tak dapat dipungkiri, orang-orang yang sedang berada di jalan pada saat cuaca diperkirakan akan hujan, berkeinginan untuk segera tiba di tujuan, untuk menghindar dari hujan. Namun memacu kecepatan tanpa mempertimbangkan keselamatan diri dan orang lain tentu bukan hal yang patut dilakukan. Sebandingkah resiko yang menanti, antara terkena hujan dengan ditimpa kecelakaan?

Syawaluddin (41), warga Siantar yang sehari-hari bepergian dengan mengendarai sepeda motor menyebutkan, memacu kecepatan di luar wajar ketika gerimis mulai jatuh, atau saat diperkirakan hujan akan turun adalah tidak bijaksana.

“Bodoh juga rasanya kalau ada gerimis langsung tancap gas, takut kena hujan. Kalau tak mau kena hujan di jalan, ya bawa mantel lah. Atau, berteduh kalau tak ada mantel. Kalau tidak, slow aja lah, kena hujan ya kena hujan di situ, kena flu kena flu lah, siapa suruh tak bawa mantel? Daripada celaka, iya kan?!” tegasnya tentang hal itu.

Pengunjung lain yang pada saat itu ‘berteduh’ di Kedai Kopi H Jalan Kartini, kepada BatakToday menyebutkan pendapat senada, keselamatan adalah hal yang utama.

“Kena hujan kok takut?” tantang Acan menertawakan pengendara yang saat itu seperti ‘kesetanan’ memacu kereta-nya (sepeda motor-nya, red.) di bawah gerimis. (ajvg)

News Feed