Mahasiswa USU Disiksa dan Diculik

Mahasiswa USU Disiksa dan Diculik

2641
Mahasiswa USU datangi Mako Satpam USU, untuk mengetahui kejelasan nasib Imanuel Silaban, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, yang diduga disiksa dan diculik anggota Satapam USU, Jumat pagi 20/10/2017 (Foto: Rie Vay Pakpahan)

Medan, BatakToday

Perbuatan yang jauh dari peradaban, yang seharusnya tidak terjadi di lingkungan lembaga pendidikan, diduga telah dilakukan sejumlah anggota Satpam Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dengan melakukan penganiayaan, penyiksaan dan penculikan terhadap Imanuel Silaban, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Kamis malam (19/10/2017).

Atas kejadian tersebut, hingga saat ini, Jumat siang (20/10/2017), puluhan mahasiswa Universitas Sumatera Utara masih melakukan aksi di Mako Satpam USU. Massa aksi meminta klarifikasi atas hilangnya rekan mereka, Imanuel Silaban, dipanggil Nuel, dari kampus Fakultas Ilmu Budaya pada hari Kamis malam.

Sumber BatakToday menyebutkan, penganiayaan, penyiksaan dan penculikan, pada hari Kamis malam, dilakukan puluhan anggota Satpam USU.

Diterangkannya kronologi peristiwa yang berawal sekitar pukul 21.30 Wib, ketika Nuel berboncengan dengan temannya Frima, bergerak untuk pulang dari kampus FIB.

Sekitar 1,5 jam kemudian, pukul 23.00 Wib, Nuel kembali ke kampus FIB, dengan diikuti dan dikejar puluhan orang yang menaiki sepeda motor. Karena sepedamotor Nuel terjatuh di pintu masuk belakan FIB, saat dikejar, dia pun berlari masuk ke dalam Kampus FIB. Setelah bersembunyi sekitar 10 menit, kemudian puluhan anggota Satpam yang mengejar, menemukannya. Nuel dipukuli dengan kayu yang berpaku, linggis, rantai, dan benda-benda lainnya. Puluhan anggota Satpam menyiksa secara membabi buta. Sembari dipukuli dan disiksa oleh anggota Satpam, Nuel diseret masuk kedalam mobil pick up patroli Satpam USU. Setelah diangkat ke mobil, Nuel pun masih terus dipukuli.

Sekitar pukul 23.30 Wib, mobil patroli pick up Satpam USU membawa Nuel meninggalkan Kampus FIB.

Malam itu juga, sekitar pukul 24.00 Wib, teman-teman Nuel mencoba melacak keberadaannya dengan mendatangi Mako Satpam USU, namun tidak berhasil menemukannya di sana. Sejumlah teman-teman Nuel mecoba berdialog dengan Satpam, tetapi menemui jalan buntu, dan tidak mendapat konfirmasi tentang keberadaan Nuel.

Sekitar pukul 01.00 Wib, Jumat dini hari (20/10/2017), akhirnya puluhan anggota Kepolisian dan TNI memasuki kampus USU, tepatnya di Mako Satpam USU Jalan Dr Mansyur, lengkap dengan peralatan dan kendaraan. Disebutkan, alasan datangnya aparat Kepolisisan dan TNI, untuk mengamankan kampus USU.

Hingga pukul 06.00 Wib, Jumat (20/10), mahasiswa, teman-teman Nuel, masih bertahan di Mako Satpam, namun tetap tidak memperoleh konfirmasi tentang keberadaan Nuel, baik dari pihak universitas, maupun aparat keamanan.

Disebutkan lagi, di tempat kejadian penyiksaan dan penganiayaan, di Kampus FIB, telah ditemukan darah dan daging yang masih menempel di paku yang tertancap di kayu, diduga sebagai salah satu alat yang digunakan untuk menyiksa dan menganiaya Nuel.

Sumber BatakToday lainnya menyebutkan, sehari sebelum dugaan penyiksaan dan penganiayaan ini, Rabu malam (18/10/2017), terjadi perselisihan dan perkelahian, yang diduga melibatkan Nuel, dengan salah satu anggota Satpam USU. (ajvg)