oleh

Maruarar: Bermanfaat bagi Rakyat Lebih Penting dari Jabatan

Pematangsiantar, BatakToday

Maruarar Sirait, Anggota DPR RI hadir dalam acara “Dialog dengan Tokoh Agama, Adat, Pemuda dan Cendikiawan se Kota Pematangsiantar”, yang diselenggarakan oleh DPC PDI Perjuangan Pematangsiantar di Convention Hall Siantar Hotel, Jalan WR Supratman, Minggu (6/11/2016) pukul 18.30 WIB.

Wakil Rakyat yang duduk di Senayan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) ini dikenal sangat dekat dengan Presiden Joko Widodo. Hubungan dekat keduanya terlihat sejak Pilgub DKI 2012 lalu, ketika Maruarar menjadi salah satu tim sukses Jokowi.

Walaupun Maruarar ‘batal’ menjadi menteri dalam Kabinet Jokowi, tidak menjadikan hubungan itu ‘luntur’. Maruarar menyebut hal itu lebih sebagai ujian bagi sebuah persahabatan.

“Walaupun saya tidak menjadi menteri, kita tetap bersahabat. Itu hanya ujian bagi sebuah persahabatan, dan saya tetap mendukung Presiden Jokowi. Dari awal saya mendukung, karena saya yakin dia lebih benar dan lebih baik dari saya. Dan sewaktu saya dulu ditanya mengapa mendukung beliau, itu lah jawaban saya. Saya tidak akan mendukung seseorang untuk maju, jika saya tidak yakin bahwa dia lebih baik dari saya,” terangnya.

Tentang tidak mendapat jabatan menteri dalam Kabinet Jokowi-JK, Maruarar dengan gamblang menyebutkan,  bukan jabatan yang terpenting baginya.

“Jabatan itu penting, tetapi bermanfaat bagi rakyat Indonesia itu jauh lebih penting dari jabatan,” sebut Maruarar memberikan pencerahan.

Maruarar lantas mengutip sebuah quote dari James Freeman Clarke, “A politician thinks of the next election. A statesman, of the next generation”, yang artinya seorang politisi berpikir tentang pemilu yang akan datang, tetapi seorang negarawan berpikir tentang generasi yang akan datang.

Dalam konteks karir politiknya, Maruarar menegaskan, meskipun saat ini tidak lagi duduk menjadi salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan, hal itu tidak mengurangi motivasinya dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Rakyat.

Maruarar Sirait, Anggota DPR RI (bataktoday/ajvg)
Maruarar Sirait, Anggota DPR RI (bataktoday/ajvg)

Dalam perbincangan santai usai acara dialog, Rohani Gustina, seorang pensiunan guru, menanyakan keinginan Maruarar untuk maju dalam pemilihan gubenur Sumatera Utara tahun 2018 nanti. Namun Maruarar tidak memberi jawaban spesifik.

“Buat saya, kehidupan ini dijalani saja, ibarat air yang mengalir begitu saja. Dijalani saja…,” jawabnya diplomatis.

Ketika BatakToday mencoba mengulangi pertanyaan yang sama dengan lebih halus, tentang kesediaannya mempersembahkan diri untuk Sumatera Utara, Maruarar bertahan untuk tidak memberikan jawaban secara eksplisit.

“Hidup ini harus dengan keikhlasan. Dan pasti saya mencintai Indonesia, mencintai Sumatera Utara,” jawabnya dengan nada merendah.

Maruarar lantas mengarahkan pembicaraan pada kesempatan baik yang diperoleh masyarakat Sumut akhir-akhir ini, terutama oleh besarnya perhatian Presiden Joko Widodo untuk memajukan Sumut.

“Kita beruntung punya Presiden yang sangat sayang kepada Indonesia, dan sayang sama Sumatera Utara. Bayangkan, begitu banyak waktu, perhatian, yang diberikan buat Sumatera Utara,” katanya.

Maruarar Sirait, berpose bersama beberapa peserta dialog (bataktoday/ajvg)
Maruarar Sirait, berpose bersama beberapa peserta dialog (bataktoday/ajvg)

Disebutkannya, perhatian besar yang diberikan Presiden Jokowi untuk Sumatera Utara, yang sangat peduli dengan pembangunan infrastruktur, pariwisata, terutama pengembangan Kawasan Danau Toba, adalah kesempatan emas.

“Jadi, ini kesempatan emas bagi rakyat Sumatera Utara, karena dengan adanya perhatian ini, ekonomi akan bergerak. Pertumbuhan ekonomi pasti akan meningkat,” paparnya.

Dengan adanya pembangunan infrastruktur dan pariwisata, Maruarar mengharapkan masyarakat diedukasi dengan baik, supaya bisa mendapat manfaat dari pembangunan tersebut.

“Bagaimana pembangunan pariwisata dan pembangunan infrastruktur harus berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Indeks kebahagiaan harus meningkat, indeks kesehatan dan pendidikan harus meningkat. Untuk bisa mendapat manfaat tersebut, bagaimana pun rakyat harus diedukasi,” papar Maruarar lagi.

“Saya pikir untuk menggunakan kesempatan emas ini, kita membutuhkan satu sistem yang utuh. Peraturan yang pro rakyat, pro lingkungan dan pro bisnis sekaligus. Harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus meningkatkan kepentingan Negara, misalnya melalui peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah,-red.). Semua kebijakan harus dengan parameter itu, manfaat itu harus bisa sampai ke sana, baru ada gunanya,” ujarnya.

Maruarar Sirait dan Pdt Pulo Aruan, dalam perbincangan seusai acara (bataktoday/ajvg)

Maruarar Sirait dan Pdt Pulo Aruan, dalam perbincangan seusai acara (bataktoday/ajvg)

Maruarar lebih jauh menceritakan bagaimana Sumatera Utara yang mendapat perhatian besar dari Presiden Jokowi, dan respon warganya yang menunjukkan kesiapan untuk turut memajukan daerah.

“Bulan Agustus lalu, selama empat hari bersama Presiden Jokowi di Sumatera Utara ini. Mulai dari Nias, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tobasa dan Samosir. Di Nias, bagaimana harus ada pembangkit baru, supaya listrik tidak byar pet. Bandara juga diperpanjang.  Di Sibolga, pelabuhan diperbesar, supaya ekonomi bisa lebih bergerak. Kemudian bagaimana di Tobasa, ada karnaval yang sangat luar biasa, sangat menghibur rakyat, sangat tertib. Itu menjadi contoh, bahwa kita bisa tertib, bisa tenang, aman, padahal jumlah yang hadir puluhan ribu. Saya pikir ini menjadi suatu contoh bahwa kita bisa menggunakan kesempatan saat ini, dan sebuah gejala bahwa sesungguhnya Sumatera Utara siap untuk sebuah kemajuan,” jelas Maruarar.

Dilanjutkannya, bahwa yang utama dalam menyikapi kesempatan itu adalah sumber daya manusia yang harus dimiliki Sumatera Utara.

“Namun untuk merespon semua ini, kita harus lebih menyiapkan lagi, terutama sumber daya manusia. Sumber daya manusia kita harus ditingkatkan, Revolusi Mental harus jalan, bukan hanya pendidikan, tetapi juga Revolusi Mental. Bagaimana mindset untuk menyelesaikan masalah dengan tetap santun, dan juga harus punya integritas yang tinggi. Demikian gambaran tentang kesempatan kita sebagai rakyat Sumatera Utara,” sebut putera politisi senior Sabam Sirait yang sering dipanggil Bang Ara ini. (ajvg)

News Feed