oleh

Masih Saja Intimidasi dan Teror? Tindak Tegas!!!

Jakarta, BatakToday

Rasa mencekam menerpa warga Jakarta, akibat postingan berbau teror dan intimidasi yang tersebar di media-sosial seperti Facebook dan WA. Banyak warga yang saat ini dibayangi perasaan takut dan khawatir serta emosional yang tinggi, dalam menghadapi Pilkada Jakarta 2017.

Keadaan ini juga  dirasakan warga negara Indonesia di seluruh Nusantara dan yang tinggal di luar negeri. Kondisi buruk dan mengganggu ini tentu akan dicatat dalam sejarah perjalanan peradaban demokrasi kita, bahwa Pilkada Jakarta 2017 ini yang paling banyak dipenuhi oleh berbagai bentuk modus intimidasi dan teror.

Demikian disebutkan Eka Anindya SH, lawyer di Jakarta, yang juga menjadi salah satu Mentor dari Gerakan Relawan Mandiri (GERAM) “Lawan Politik Uang & Teror”.

“Di waktu tersisa yang tinggal sedikit ini, POLRI yang dipimpin oleh Jenderal Tito Karnavian, sebagai petugas terdepan, harus sigap dan tegas dalam menegakkan hukum. Jangan lagi terkesan ragu, tindak saja siapapun pengacau dan perusuh tanpa pandang bulu, sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya kepada BatakToday, Sabtu malam (15/4/2017).

Eka menyinggung pentingnya gotong royong yang melibatkan sesama warga Jakarta yang ‘masih’ cinta damai dan cinta Pancasila, untuk membantu Kepolisian dalam mengawasi lingkungan masing-masing untuk mengatasi teror dan intimidasi dalam Pilkada Jakarta.

“Kita sebagai masyarakat yang cinta damai dan cinta negara Pancasila yang ber Bhinneka Tunggal Ika ini juga harus bersatu, bergotong-royong membantu Polisi. Bersama Polisi, kita harus turut mengawasi kampung masing-masing. Buru dan tangkap siapapun yang tindak-tanduk dan tindakannya menebar teror dan intimidasi, khususnya sehubungan dengan Pilkada Jakarta,” himbaunya.

Suasana dalam salah satu sosialisasi Ronda Rakyat, yang melibatkan kaum perempuan (ist)
Suasana dalam salah satu sosialisasi Ronda Rakyat, yang melibatkan kaum perempuan (ist)

Dia juga mengingatkan kembali, pada tanggal 24 Mei 2014, dalam Pilpres 2014 lalu, Jokowi yang kemudian terpilih menjadi Presiden RI pernah berkata, “Demokrasi haruslah gembirakan rakyat!“. Menurutnya, hal ini sepenuhnya betul dan juga harus dibuktikan.

“Pilkada dimaksudkan sebagai pesta demokrasi, sebagai pesta rakyat. Dan Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Jokowi saat ini harus mampu membuktikan semua janji-janjinya yang tertuang dalam NAWACITA atau 9 Program Prioritas. Di Pilkada Jakarta kali ini, NAWACITA  nomor-1 yaitu “Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga-negara“, serta nomor-9 “Memperteguh ke-Bhinneka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia”. Nah…, dalam PILKADA JAKARTA kali inilah Presiden Jokowi dan jajarannya dituntut untuk membuktikan, dan memenuhi janji Nawacita nomor 1 dan nomor 9 ini, yaitu menciptakan rasa aman dalam ke-Bhinneka-an bagi seluruh warga Indonesia, khususnya bagi warga Jakarta sehubungan dengan Pilkada 2017,” tuturnya panjang lebar.

Sehingga menurutnya, siapapun dan pihak manapun yang merongrong, apalagi menentang PANCASILA serta Bhinneka Tunggal Ika milik Bangsa dan Negara, harus sedini mungkin ditindak dan dilibas sesuai hukum yang berlaku.

“Jika penegak hukum benar-benar menunjukkan sikap dan bertindak sesuai hukum yang berlaku, pasti Rakyat juga tanpa ragu akan berada di pihak dan mendukung penuh pemerintah dalam tugas penegakannya. Maka Rakyat semesta bersama Pemerintah akan mampu lebih segera mewujudkan prinsip negara modern penganut demokrasi, yaitu Hukum adalah Panglima, bukan Politik…!“ tegas Eka Anindya yakin.

Gerakan Relawan Mandiri, kolaborasi beberapa Komunitas Relawan untuk Jakarta Bersih (ist)
Gerakan Relawan Mandiri, kolaborasi beberapa Komunitas Relawan untuk Jakarta Bersih (ist)

Sementara itu, Syaiful Amin Lubis, dari Batak Muda Dunia, yang juga menjadi Mentor dalam Gerakan Kebajikan Pancasila, menegaskan agar kedua Pasangan Calon dalam Pilkada Jakarta 2017 berkompetisi secara bermartabat dan beradab.      : )
“Kami meminta agar kedua Paslon lebih menunjukkan sikap dan tindakan yang lebih nyata dengan berkompetisi secara bermartabat dan beradab. Bukan malah sebaliknya, justru jadi biang-kerok keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Lebih tegas lagi Syaiful menyerukan kepada kedua Paslon untuk bersikap ksatria dalam berkompetisi di Pilkada Jakarta.

“Kalian, wahai Basuki-Djarot, dan wahai Anies-Sandiaga… Kalian berempat harus siap kalah siap menang secara ksastria…! Jadilah kalian sebagai sosok-sosok yang memberi keteladanan sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam 5 sila Pancasila. Jadikanlah Pilkada Jakarta 2017 ini sebagai Pesta Rakyat Semesta yang menggembirakan…!” seru Syaiful.

Bagi sekitar 7.2 juta Pemilih Pilkada Jakarta, Syaiful berpesan agar berbondong-bondong datang ke TPS untuk memberi suara, dan mengibaratkan pesta demokrasi ini sebagai sebuah pesta yang penuh keakraban.

“Mari, semua berbondong-bondong ke TPS, saling mengajak tetangga masing-masing. Datanglah dengan penuh damai dan rasa-gembira, serta dengan semangat persaudaraan yang tinggi. Jangan mau takut lagi, jangan mau golput apalagi di-golput-kan lagi. Mari masing-masing kita pilih sesuai hati nurani, mas…, bang, kakak, mbak semua… Pokoknya, jagoan kita menang atau kalah, yang pasti kita semua tetap bertetangga-bersaudara. Bahkan harus semakin akrab..!  Ini pesta rakyat pesta kita semua…,” serunya membangkitkan optimisme dalam berdemokrasi.

Dalam Pesta demokrasi harus bisa buktikan bahwa rakyat semakin mampu, semakin kompak dalam bertetangga. Menurutnya, apapun suku dan keturunan, apapun agama dan keyakinan, maupun profesi, semua berjanji dan bertekad menjalin kekompakan meski berbeda pilihan dalam Pilkada Jakarta.

Ada Kami, Aman...! (ist)
Ada Kami, Aman…! (ist)

“Apa pun latar belakang kita, siapapun pilihan kita, harus tetap kompak dalam bertetangga. Baik sebelum pencoblosan pun setelahnya, selama-lamanya. Karenanya, segala jenis dan bentuk intimidasi, teror serta adu-domba yang mungkin masih dilakukan oleh para gerombolan penjahat yang berani mengganggu di republik ini, tak akan mempan dan berpengaruh lagi bagi kita semua. Mereka itu tidak akan mampu merusak kegembiraan kita bersama, terutama warga Jakarta. Malah sebaliknya, kita justru semakin menjadi sebuah bangsa yang bersatu, menjadi bangsa Indonesia 100% dalam negara Pancasila ini,” sebut pria Batak yang selalu optimis Bangsa Indonesia akan selalu berhasil melewati guncangan-guncangan yang diupayakan pihak yang berkeinginan Indonesia terpecahbelah.

Syaiful juga mengingatkan warga Jakarta untuk tidak ragu menggunakan hak demokrasinya, karena Kapolri telah memberi jaminan untuk bertindak tegas atas setiap upaya teror dan intimidasi dalam Pilkada Jakarta.

“Selamat Berkerja kepada KAPOLRI Tito Karnavian dan seluruh jajaran Kepolisian yang bertugas. Jendral Tito Karnavian dengan lugas dan tegas mengatakan, kalau dia (penganggu dalam Pilkada Jakarta,-red.) ditangkap…, melawan, membahayakan petugas, jangan segan-segan… jangan segan-segan dengan tegas.. jangan segan-segan juga kita kirim ke kamar jenasah…! Kira-kira begitulah…” ujarnya menirukan apa yang pernah diucapkan Kapolri sebelumnya dalam menghadapi gangguan dalam Pilkada Jakarta.

Sebelum mengakhiri, Syaiful mengajak pendukung kedua Paslon untuk melakukan Ronda Rakyat, untuk mengawal penyelenggaraan Pilkada Jakarta yang bebas dari teror dan intimidasi.

“Lakukan Ronda-Rakyat, bergabunglah para pendukung Paslon 2 maupun Paslon 3. Bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan kampung masing-masing…, hadapi para provokator dan pemecahbelah masyarakat dalam Pilkada Jakarta ini…!” ajak Syaiful. (ajvg)

News Feed