Masyarakat Adat Tukko Nisolu: “Mati, Mati Berjuang…!”

Masyarakat Adat Tukko Nisolu: “Mati, Mati Berjuang…!”

1027
Masyarakat Adat Tukko Nisolu, menghadiri persidangan ketua mereka dengan menaiki kendaraan bak terbuka, pekarangan PN Balige, Rabu 03/05/2017 (bataktoday/ajvg)

Balige, BatakToday

Salah satu warga Masyarakat Adat Tukko Nisolu, Desa Parsoburan Barat, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba Samosir, dalam sebuah rekaman yang diambil seusai persidangan kasus dugaan perusakan hutan dan pencurian kayu dengan terdakwa Dirman Rajagukguk, Ketua Adat Huta Tukko Nisolu, Rabu (03/05/2017), di Pengadilan Negeri Balige, menyebutkan bahwa mereka akan mempertahankan wilayah adat, atau tanah adatnya.

Dalam rekaman, wanita yang bersuamikan pria bermarga Rajagukguk ini menyebutkan ‘siap’ mati dalam perjuangan mempertahankan hak atas tanah adat mereka.

“Mati, mati berjuang…! Itu Tanah Adat kami” demikian sebutnya terbata-bata.

Hingga saat ini Masyarakat Adat Tukko Nisolu masih berupaya merebut haknya atas Tanah Adat seluas 700 hektar, yang mereka sebut sedang dikuasai PT. Toba Pulp Lestari (TPL), berupa hutan tanaman industri yang berisikan pohon eucalyptus.(ajvg)