oleh

Masyarakat Keluhkan Pelayanan Disdukcapil Kota Siantar

Pematangsiantar, BatakToday

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pematangsiantar dinilai belum memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dalam pengurusan  administrasi kependudukan.

Hal ini diungkapkan, Alboing Damanik, salah seorang warga saat ingin mengurus surat keterangan pihak keluarganya yang akan pindah ke luar kota, Selasa (22/11).

Alboing mengatakan, sebelum mengajukan dokumen kepada Disdukcapil, pihak keluarganya terlebih dahulu sudah melengkapi pemberkasan dari kantor kelurahan, dan kecamatan. Kemudian setelah itu, sekitar pukul 14.00 WIB, mereka menuju kantor Disdukcapil untuk mengajukan semua dokumen yang telah dipenuhi sesuai regulasi yang mengatur.

Namun, kata Alboing, Disdukcapil sama sekali tidak menanggapi secara terbuka kedatangan pihaknya. Dimana sesuai keterangan seorang pegawai Disdukcapil, demikian disebutkan Alboing, operator bidang surat keterangan pindah ke luar kota, telah pulang meninggalkan kantor. Tetapi, dilanjutkannya, oknum pegawai Disudukcapil tersebut sama sekali tidak memberikan penjelasan konkrit, dasar operator meninggalkan kantor pada jam kerja.

“Katanya, operatornya pulang permisi, tapi pegawainya juga ragu menjawabnya. Yang kami sesalkan, masih jam kerja kog tidak ada lagi pegawai berwenang melayani masyarakat mengurus surat keterangan pindah ke luar kota. Seandainya benar pulang permisi, apa tidak ada lagi pegawai yang ditugaskan kepala dinas untuk menggantikannya sebagai operator. Jadi di kantor Disdukcapil, tidak ada yang bisa memberi kepastian kapan surat kami bisa diselesaikan,” kesal Alboing dengan nada tinggi.

Menurutnya, jauh sebelumnya Kadisdukcapil Serta Ulina Gisang,  seharusnya mengambil sebuah kebijakan untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, jika ada oknum pegawainya yang berhalangan bekerja. Sebab dengan tidak adanya pengganti operator, sambung Alboing, dari segi waktu pihaknya  merasa sangat dirugikan oleh Disdukcapil.

“Menurut peraturan, surat keterangan pindah ke luar kota harus bisa selesai hanya dalam hitungan jam. Padahal surat tersebut sangat dibutuhkan hari ini. Kesepakatan keluarga, semua dokumen terpaksa kami tinggalkan  di Disdukcapil. Karena besok kami mau datang lagi mempertanyakannya,” tegasnya.

Penduduk Luar Siantar tidak Boleh Urus Akte Perkawinan?

Pelayanan Disdukcapil Siantar juga dikeluhkan oleh warga asal Kelurahan Banjar yang telah berdomisili di Jakarta. Josep Sirait dan pasangannya, yang baru beberapa hari lalu melangsungkan pernikahan di Kota Pematangsiantar, tempat orangtua kedua pengantin berdomisili, kecewa saat ditolak untuk mengurus Akte Perkawinan di kantor dinas ini.

Pengurusan akte perkawinan oleh pasangan pengantin baru ini ditolak oleh pegawai yang menangani, dengan alasan status kependudukan pengantin adalah penduduk DKI Jaya.

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa telah sekian banyak penduduk dari luar kota yang melangsungkan perkawinan di kota Pematangsiantar, dan memperoleh akte perkawinan yang diterbitkan Disdukcapil Siantar.

Saat ini memang diketahui adanya perubahan peraturan dan perundang-undangan tentang pencatatan atau penerbitan akte perkawinan, sehingga perkawinan hanya dapat diaktekan di kota tempat pengantin terdaftar sebagai penduduk. (EM/ajvg)

News Feed