oleh

Menabung 6 hingga 12 Bulan, Pekerja Informal Bisa Cicil Rumah

Jakarta, BatakToday –

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mempersiapkan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Skim pembiayaan perumahan yang dirancang membantu pekerja informal untuk memiliki rumah rencananya akan diluncurkan pada tahun 2017 ini.

“Selama ini pekerja informal memiliki keterbatasan akses perbankan. Dengan adanya program BP2BT ini diharapkan akan dapat membantu pekerja informal untuk memiliki rumah. Rencananya program ini akan diluncurkan Tahun 2017 ini”, ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus, baru-baru ini.

Maurin Sitorus mengungkapkan, melalui Program BP2BT ini, pekerja informal akan mendapat kemudahan berupa uang muka gratis.

“Uang muka yang diberikan kepada pekerja informal sebesar 20 sampai 30 persen dari harga rumah dan ini sifatnya gratis. Sisanya sekitar 70 persen harus dicicil oleh pekerja informal dengan bunga komersil,” ucap Sitorus.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk mendapatkan program BP2BT ini, pekerja informal harus menabung terlebih dahulu selama 6 (enam) – 12 (dua belas) bulan untuk keperluan evaluasi kemampuan mencicil dan menabung dari calon peserta. Selain itu Ditjen Pembiayaan Perumahan akan mendorong perbankan untuk dapat memberikan akses yang besar kepada pekerja informal.

Selain Program BP2BT yang akan segera diluncurkan, sebelumnya Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR juga telah melaksanakan beberapa skim pembiayaan perumahan, diantaranya KPR Sejahtera FLPP yang realisasinya untuk tahun 2016 mencapai 58.470 unit, Subsidi Selisih Bunga (SSB) dengan realisasi sebesar 124.468 unit dan Bantuan Uang Muka 74.898 unit. (SRI/BKP/marc)

News Feed