Menko Darmin Nasution: Tingkatkan Ekspor, Indonesia Sasar Pasar Non Tradisional

Menko Darmin Nasution: Tingkatkan Ekspor, Indonesia Sasar Pasar Non Tradisional

434
Menko Perekonomian Darmin Nasution didampingi Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers usai sidang kabinet paripurna, di Istana Bogor, Rabu (4/1/2016) siang. (Foto: Jay)

Bogor, BatakToday –

Walaupun situasi ekonomi dunia sedang melambat, Presiden Joko Widodo mendorong tim ekonominya untuk menyasar pasar non tradisional dalam meningkatkan volume ekspor komoditas. Pemulihan pertumbuhan ekspor yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penururnan sangat diperlukan untuk menyeimbangkan mesin perekonomian nasional.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) perekonomian Darmin Nasution kepada wartawan usai sidang kabinet paripurna, di Istana Bogor, Jabar, Rabu (4/1/2016) siang.

“Kita jangan hanya terpukau pada pasar Amerika, pasar Cina, tapi masih ada India, masih ada Pakistan, masih ada Aljazair, masih ada Nigeria dan sebagainya, yang pasarnya pasti juga besar,” jelas Darmin.

Lebih lanjut diungkapkan, Presiden Jokowi meminta jajarannya membenahi iklim investasi yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi, sehingga investasi dalam maupun luar negeri dapat tumbuh paling tidak antara 6 hingga 6,2 persen.

“Itu akan bisa mendorong apabila konsumsi rumah tangga dan lain lain seperti yang tahun tahun sebelumnya. Dengan investasi yang seperti itu, maka bisa diharapkan pertumbuhan ekonomi kita akan bergerak di atas baseline yang sudah dicanangkan di dalam APBN yaitu 5,1 persen,” kata Menko Darmin Nasution.

Jika kondisi tersebut bisa dicapai, menurut Darmin, Presiden berharap pertumbuhan ekonomi akan bergerak ke arah 5,2 persen, 5,3 persen, bahkan akan lebih.

Apabila investasi bisa tumbuh pada kisaran 6 hingga 6,2 persen, pasar (ekspor) non tradisional bisa dikembangkan,  kemudian inflasi bisa dijaga di bawah 4 persen, menurut Menko Perekonomian,  ekonomi nasional bukan hanya tumbuh lebih baik dari tahun lalu, tetapi juga akan bisa menurunkan tingkat kemiskinan dan memperbaiki ketimpangan seperti yang terjadi tahun sebelumnya.

Sebelumnya Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, bahwa Presiden banyak meminta perhatian dan meminta supaya ditindaklanjuti soal hubungan antara pertumbuhan ekonomi yang dicapai dengan tingkat pengangguran, dengan tingkat kemiskinan, bahkan dengan tingkat ketimpangan dari pendapatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Menko Darmin Nasution juga menyampaikan rencana pemerintah untuk meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-15 mengenai logistik bersama-sama dengan Indonesia National Single Window, yang merupakan bagian dari persoalan logistic, diantaranya menyangkut dwelling time atau waktu bongkar muat di pelabuhan.

Dwelling time itu bagian administrasi prosedurnya itu ada di wilayah ini dikoordinasikan Menko Perekonomian, bagian infrastruktur-nya ada dikoordinasikan Menko Maritim. Ya kita kerja sama untuk menurunkan lagi dwelling time yang sekarang ini 2,9 hari ke arah yang diharapkan Presiden,” pungkas Darmin. (Phil/EN/JAY/SM/OJI/FID/ES)