oleh

Nama Baik KPU Siantar Direhabilitasi

Pematang Siantar,BatakToday
KPU Kota Pematang Siantar bernafas lega. Soalnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI memutuskan komisioner KPU Kota Pematang Siantar  tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, dan nama baik KPU Kota Pematang Siantar direhabilitasi. Putusan atas pengaduan Fernando Simanjuntak itu dibacakan pada Selasa (17/11) pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya, bakal calon Wali Kota Fernando Simanjuntak mengadukan KPU Kota Pematang Siantar ke DKPP dengan tuduhan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. Atas pengaduan itu kemudian, DKPP melakukan sidang pemeriksaan.
“Putusan hari ini di DKPP, kita dinyatakan tidak terbukti melanggar kode etik, atas pengaduan Fernando Simanjuntak. Sebaliknya, nama baik KPU Pematang Siantar direhabilitasi,” kata Batara Manurung, Selasa (17/11) sore sekira pukul 18.00 WIB.
Pada kesempatan yang sama, DKPP membacakan putusan, terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara oleh Panwaslih Kota Pematang Siantar yang diadukan Zainul Siregar.
Zainul mengadukan Panwas Kota Pematang Siantar berikut keputusan memenangkan permohonan pasangan Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga, yang intinya meminta KPU Pematang Siantar menetapkan pasangan tersebut sebagai calon atau peserta Pillkada 2015.
Dalam putusannya, DKPP menyatakan Panwaslih Kota Pematang Siantar terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.
DKPP memberhentian tetap Manoaris Sitindaon dan Elpina Tanjung selaku teradu II dan III. Kemudian menjatuhkan pemberhentian sementara terhadap Darwan Edyanto Saragih selaku teradu I, sejak putusan dibacakan, sampai Bawaslu Provinsi Sumut mengoreksi putusan sengketa Panwas yang menetapkan Surfenov Sirait-Parlindungan Sinaga sebagai pasangan calon dalam Pilkada Pematang Siantar.
Sidang pembacaan putusan oleh DKPP RI, bertindak selaku ketua majelis Prof Jimly Asshiddiqie, dengan anggota majelis Nur Hidayat Sardini, Valina Singka Subekti, Saut H Sirait,  Ida Budhiati dan Prof Anna Erliyana.
Batara melanjutkan, terhadap Darwan dikenakan pemberhentian sementara, sampai Bawaslu mengoreksi putusan penetapan pasangan calon Surfenov-Parlindungan.
Jika Bawaslu Sumut sudah memeriksa kembali putusan Panwaslih Kota Pematang Siantar, dan ditemukan ada kesalahan dalam penetapan putusan, maka bisa saja Darwan diberhentikan secara tetap.
Sebaliknya, hasil putusan DKPP ini, kata dia, menjadi pintu masuk bagi pasangan calon lain untuk menggugat Pilkada Pematang Siantar, jika pasangan calon Surfenov-Parlindungan tetap diputuskan sebagai pasangan calon, tentu setelah Bawaslu menyimpulkan putusan Panwaslih Kota Pematang Siantar untuk tetap dilaksanakan atau dianulir.
“Tapi jika hasil koreksi Bawaslu menyimpulkan putusan Panwas Kota Pematang Siantar menyalahi dan meminta kita untuk mencoret, maka bisa saja pasangan Surfenov-Parlin kita coret,” ujarnya. ™
Foto: Komisioner KPU Kota Pematang Siantar, Batara Manurung

News Feed