oleh

Nasib Pilkada Siantar Sepeninggal Hulman Sitorus

Berita duka di pagi hari, Kamis (8/12/2016), menyapu langit Kota Pematangsiantar. Meninggal dunianya ‘mantan’ Walikota Hulman Sitorus SE menjadikan langit kota ini berwarna sendu kelabu.

“Selamat Jalan untuk seorang   Siantarman Sejati, Selamat Jalan Abanganda Hulman Sitorus…!”

Tanpa mengurangi rasa turut berduka atas kepergian ‘abanganda’, yang sekaligus Calon Walikota yang berpasangan dengan Hefriansyah, pasangan peraih suara terbanyak dalam Pilkada Siantar Susulan sekitar pertengahan Nopember 2016 lalu; tidak bisa tidak, meninggalkan pertanyaan bagi masyarakat Siantar.

Siapa yang akan jadi Walikota dan Wakil Walikota? Beliau dan pasangannya Hefriansyah, kan menang? Demikian terdengar di salah satu kedai kopi, di Jalan Kartini-Siantar Barat, tempat Almarhum beberapa kali singgah di masa hidupnya.

Kemudian di kedai kopi yang berdekatan, pembahasan lebih serius lagi. Cerita dimulai dengan menyinggung gugatan Pasangan Calon Wesly-Sailanto. Disebutkan, gugatan itu berbuntut pada terciptanya ‘alam baru’ di kancah Pilkada Pematangsiantar Susulan 2016.

Kabarnya, dengan adanya gugatan ini, penetapan pasangan calon Walikota dan Walikota Pematangsiantar terpilih sebelumnya harus ditunda. Seorang mengatakan, jika tidak ada gugatan atau permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) oleh pasangan Wesly-Sailanto, KPU Kota Pematangsiantar pada jadwal sebelumnya sudah harus menetapkan Pasangan Calon terpilih pada tanggal 29 Nopember 2016.

Seorang lainnya berkata, sekali lagi tanpa mengurangi rasa duka, Calon Wakil Walikota Hefriansah menjadi “sebatangkara” sepeninggal Hulman Sitorus.

Pembahasan kemudian sampai kepada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pemilihan Kepala Daerah,  bahwa konsepsi dari pemilihan kepala daerah adalah secara berpasangan atau paket.

Artinya, yang dipilih dalam pilkada adalah Pasangan Calon. Dalam konteks Pilkada Pematangsiantar  yang dipilih adalah pasangan yang terdiri dari Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota.

Dengan berhalangan tetapnya Calon Walikota Hulman Sitorus, sebagai bagian dari Pasangan Calon Hulman-Hefriansah, menjadi pertanyaan apakah Pasangan Calon ini masih eksis sebagai peserta Pilkada Pematangsiantar Susulan? Apakah Pasangan Calon ini akan dinyatakan gugur, oleh ‘kepergian’ Hulman Sitorus?

Sebagian mulai membuka ‘bank info’, dapat Pasal 78 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 9 tahun 2015 Tentang Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah, yang menyebutkan, “Penggantian calon atau Pasangan Calon yang berhalangan tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dapat dilakukan pada tahap sebagai berikut: a. Sampai dengan tahap penelitian persyaratan pencalonan dan persyaratan calon; b. Sebelum penetapan Pasangan Calon; c. Sejak penetapan Pasangan Calon sampai dengan saat dimulainya kampanye.”

Amanat dari pasal di atas, tidak memberi ruang dan waktu untuk pergantian calon atau Pasangan Calon, setelah dimulainya kampanye. Sekarang Pilkada Siantar telah ‘jauh’ melewati tahap kampanye, sudah dalam tahap persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan di Mahkamah Konstitusi.

Kembali cari-cari pembanding dengan mesin pencari, ditemukan kejadian di daerah lain, Kabupaten Lampung Timur dalam Pilkada Serentak 2015. Dengan kejadian yang berbeda, di sana yang meninggal dunia adalah calon wakil bupati ketika tahapan masa kampanye, namun seorang mengatakan itu dapat dijadikan pembanding.

Oleh amanat Pasal 78 butir c pada PKPU Nomor 9, seperti disebut di atas, “bahwa pergantian calon yang berhalangan tetap dapat dilakukan sejak penetapan pasangan calon sampai dimulainya kampanye”, tapi karena saat itu sudah masa kampanye, akhirnya Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang ‘kemalangan’ itu dinyatakan gugur.

Untuk kejadian yang ‘mirip’ dengan di Siantar sekarang ini, Calon Walikota dari pasangan Hulman-Hefriansah meninggal dunia, setelah memasuki bahkan melewati masa kampanye, maka yang satu berpendapat pasangan calon ini pun akan digugurkan.

“Sekali lagi, demi hukum…!” tegas seorang yang duduk arah kepala meja pada pagi itu.

Komentar lain mengatakan, kejadiannya akan berbeda, jika tadinya pasangan dengan perolehan suara terbanyak ini telah ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih, dan telah diusulkan untuk disahkan dan dilantik. Akan menjadi hal yang akan sangat jauh berbeda, terutama menyangkut ‘nasib’ Calon Wakil Walikota Hefriansah.

“Ini tahapannya kan belum selesai penetapan pasangan calon terpilih, masih di pengumuman hasil rekapitulasi suara tingkat kota, pakcik…! Kalau tadinya sudah di tahapan pengusulan untuk pengesahan dan pelantikan, bisalah Hefriansah dilantik sendirian. Cuma, pasangan calon ini kan sudah gugur, karena tak bisa berubah lagi pasangan calon, kalau sudah masuk masa kampanye,” terang salah satu “penghuni tetap” di kedai kopi itu.

Pembahasan berlanjut lagi ke Pasal 64 ayat (1) PKPU Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Rekapitulasi Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Kepala Daerah, disebutkan “Dalam hal sejak diusulkan sampai dengan pengesahan dan pelantikan Pasangan Calon terpilih, calon terpilih berhalangan tetap, KPU/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota akan mengusulkan kembali pengesahan dan pelantikan terhadap calon yang memenuhi syarat dengan melampirkan bukti keterangan berhalangan tetap pada saat pengusulan pengesahan dan pelantikan Pasangan Calon.”

“Jika saat ini perjalanan Pilkada Siantar telah dalam tahap pengusulan Pasangan Calon, barangkali Hefriansah lah yang akan menggantikan Almarhum Hulman Sitorus,” ujar pria yang menurut dia dulu sering bersama dengan Almarhum Hulman Sitorus.

Semua yang duduk satu meja, seperti layaknya ahli hukum, berupaya menemukan kemungkinan lain untuk kondisi kelanjutan Pilkada Siantar saat ini.

Yang usianya paling muda di meja itu akhirnya mengatakan, bahwa keadaan yang lebih berbeda lagi,  jika Pasangan Calon, kedua-duanya Calon Walikota dan Wakil Walikota berhalangan tetap. Kondisi itu akan diatur oleh Pasal 64 ayat (2) yang berbunyi, “Dalam hal sejak diusulkan sampai dengan pengesahan dan pelantikan Pasangan Calon terpilih, Pasangan Calon berhalangan tetap, KPU/KIP Aceh, atau KPU/KIP Kabupaten/Kota mengusulkan kembali pengesahan dan pelantikan terhadap Pasangan Calon dengan perolehan suara terbanyak berikutnya dengan melampirkan bukti keterangan berhalangan tetap pada saat pengusulan pengesahan dan pelantikan Pasangan Calon,” ujarnya menyebutkan isi pasal ini dengan lengkap, dari smartphone-nya.

Entah mana yang betul, untuk masalah calon yang berhalangan tetap sejak pengusulan untuk pengesahan dan pelantikan, yang satu lagi mengatakan PKPU nya sudah dirubah, sudah ada PKPU No.15 Tahun 2016 Tentang Perubahan PKPU No.11 Tahun 2015. Yang satu lagi mengatakan PKPU yang berlaku adalah yang diterbitkan untuk Pilkada Serentak 2015, dengan alasan Pilkada Siantar adalah Pilkada Susulan, yang diatur oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku untuk Pilkada Serentak 2015.

Tapi secara keseluruhan, yang hadir di meja itu mengatakan untuk gugur tidaknya pasangan calon tetap berpegang pada PKPU Nomor 9 Tahun 2015.

Pembicaraan di pagi hari saat Siantar berduka, diakhiri dengan harapan yang sama dari masing-masing pelanggan kedai, untuk almarhum dan keluarganya, dan untuk kota Siantar ke depan.

“Apa pun ceritanya, kita kehilangan seorang Siantarman Sejati, seorang petarung, dengan gaya masing-masing tentunya… Semoga keluarga cepat terhibur, sepeninggal beliau! Pilkada ini tak jadi urusan lagi untuk beliau. Lagi pula, cemana pun itu, kalau pak Hulman bisa menengok Siantar ini dari tempatnya sana, dia pasti senang dan bangga kalau Siantar ini Mantap Maju Jaya…!” ujar seorang dan diamini yang lainnya.

Ditemukan sebuah postingan di Facebook, oleh seseorang dengan akun atas nama Hans Ringo, di Group Gabungan Anak Siantar (GAS), menyampaikan pesannya, “Sebagai Anak Siantar, mari kita kasih penghiburan kepada Keluarga Almarhum dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kasih agar Keluarga yang ditinggal oleh Almarhum diberi Kekuatan dan Ketabahan. Amin.”

Hans juga meminta, “Sebagai Penghormatan kepada almarhum, mari tuliskan #RIPHS dan #RIPWalikotakuHS di setiap Wall kita dan jangan lupa sertakan Foto di bawah ini (foto yang dicantumkan pada editorial ini,-red.)… “ (***)

News Feed