oleh

Nuansa Adat Pakpak di Pesta Budaya Oang-Oang 2017

Salak, BatakToday

Agenda heboh bakal tersaji di salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satunya agenda Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 bertajuk “Pesta Budaya Oang-Oang” di kota Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, pada 6-7 September 2017 besok.

Secara geografis Kabupaten Pakpak Bharat memang tidak bersentuhan langsung dengan Danau Toba, tetapi pihak Badan Otorita Danau Toba (BODT) dan Kementerian Pariwisata mengakui keberadaan wilayah Pakpak Bharat sebagai sumber penyedia air di Danau Toba, serta bagian koridor ekosistem danau tersebut. Letaknya yang membutuhkan waktu sekitar empat sampai 5 jam dari ibu kota provinsi ini, akan membuktikan keunikan Pesta Budaya Oang-Oang ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk meluncur ke  Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Pakpak Bharat.

Berbagai informasi mengenai Oang-Oang juga terus menghiasi berbagai media cetak, online maupun media sosial. Pesta Budaya Oang-Oang di Kabupaten Pakpak Bharat merupakan Pesta Rakyat yang digelar setahun sekali, dengan nuansa adat dan budaya Pakpak ‘kental’ (tulen) yang sejak zaman dahulu sudah diterapkan oleh nenek moyang suku Pakpak di acara-acara adat, baik pesta pernikahan (ulaen mende), kemalangan/meninggal dunia (kerja njahat) maupun pesta lainnya sebagai ucapan syukur. Dan tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaanya.

Berbagai perlombaan  di tingkat kecamatan juga sudah digelar. Sementara perlombaan di tingkat kabupaten akan dipusatkan di Lapangan Napasengkut, Salak.

Pesta budaya ini ‘sebenarnya’ dimulai pada hari ini, Selasa (5/9). Pada hari pertama ini, dilakukan  perlombaan Persinabul, lomba-lomba tari kreasi serta hiburan dari beberapa kecamatan, seperti kecamatan STTU Julu, Pagindar, PGGS, dan Tinada, serta menampilkan artis lokal dari Pakpak Bharat. Saat berita ini diturunkan, sedang berlangsung malam hiburan Pesta Budaya Oang-Oang.

Persinabul dalam arti Pembicara Adat atau utusan pihak keluarga pengantin pria maupun dari pengantin perempuan dalam adat suku Pakpak. Secara singkat dapat dijelaskan, Persinabul berperan untuk menanyakan kepada orang tua calon pengantin laki-laki, apa yang akan diberikan sebagai mas kawin. Kemudian, mencari tahu mengenai keberadaan keluarga si gadis di dalam masyarakat. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah untuk memperkirakan siapa kira-kira persinabul dari pihak perempuan. Hal ini penting untuk mencari strategi dalam melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan untuk menghindari ketidaksesuaian dalam proses mengkata (mengutarakan,-red.) utang.

Sementara hari kedua, besok Rabu (6/9), Pesta Budaya Oang-Oang ini diisi dengan rangkaian kegiatan acara ritual (menggustungi api), dilanjutkan dengan perlombaan musik tradisional Pakpak yakni kalondang, lomba nahu serta lomba lawak Pakpak atau sering disebut Nder-nder dan ditutup dengan hiburan dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Salak, STTU Jehe, Kerajaan dan Siempat Rube.

Untuk hari ketiga, yaitu puncak  pelaksanaan pesta Oang-Oang, akan diisi dengan perlombaan  karnaval dan pawai, tari persembahan dan tari kolosal, presentasi simulasi persinabul, lucky draw dan makan bersama. Tari persembahan yang dibawakan adalah “moccak” dan tari-tarian kolosal yang dibawakan oleh pelajar.

Bupati Pakpak Bharat,  Dr. Remigo Yolando Berutu, MBA, M. Fin berharap penuh dukungan terhadap aksesibilitas dan amenitas dapat dilakukan percepatan karena para wisatawan sebagai target pasar mendambakan layanan terbaik.

“Danau Toba memang sudah dikenal ke seluruh dunia. Karenanya Pesta Budaya Oang-Oang kali ini juga akan digelar dengan kelas internasional, dengan konteks utamanya cultural event,” sebut Remigo.

“Kami ingin seluruh event  mampu men-drive wisatawan untuk berkunjung ke Danau Toba, termasuk Pesta Oang Oang ini. Yang suka seni dan budaya, wajib kesini,” ujarnya menutup pembicaraan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pakpak Bharat, Bambang Banurea mengatakan, puncak pelaksanaan Pesta Budaya Oang Oang  akan diawali dengan konvoi karnaval  yang akan  mencapai 5 kilometer dari Gedung Serbaguna sampai Lapangan Napasengkut, dengan memadukan peran serta kecamatan se-Kabupaten Pakpak Bharat dalam pawai kontingen dan karnaval kendaraan hias.

“Jadi sangat heboh,” bebernya bangga.

Berbagai hiburan tari dan nyanyian, moccak (pencak silat Pakpak) sampai beragam luah (cenderamata) dari berbagai kecamatan serta OPD juga akan dipersembahkan pada acara ini.

Sumber: http://www.pakpakbharatkab.go.id

Editor: Arif JV Girsang

News Feed