OTT Saber Pungli Dinkes Simalungun Belum Spektakuler

OTT Saber Pungli Dinkes Simalungun Belum Spektakuler

572
Ilustrasi

Simalungun, BatakToday

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda Sumut di lingkungan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Senin siang (03/07/2017), akhirnya mengamankan satu orang ‘pemungut liar’ Non-PNS dengan inisial F br P (48).

Selain F br P turut diamankan 4 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan pegawai honor, yang kemudian diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Keempat orang  yang diduga sebagai korban pungli, bersama dengan F br P kemudian diperiksa di Markas Kepolisian Resor Simalungun, di Raya. Belum diperoleh secara pasti hasil pemeriksaan yang dilakukan hingga Senin tengah malam, terkait penetapan tersangka dalam kasus ini.

M Simanjuntak, warga Lapangan Bola Atas Pematang Siantar, saat sarapan pagi di salah satu warung di bilangan Jalan Melanthon Siregar, Pematangsiantar, kepada BatakToday menyebutkan OTT ini belum menyentuh dalang dari pungli yang dilakukan kepada PTT yang diangkat menjadi CPNS.

“OTT yang kemarin di Dinas Kesehatan Simalungun belum spektakuler lah. Yang diamankan masih operator lapangan dan para korbannya. Tak mungkin lah ada yang berani memungli, transaksinya di kantor dinas pula, kalau tidak ada dalang di balik pungli itu,” sebutnya.

Menurut Simanjuntak lagi, kabar tentang pungli di dalam proses pengangkatan PTT menjadi CPNS Dinkes Simalungun sudah beredar luas sejak beberapa waktu lalu.

“Saya sudah dengar dari keluarga, mereka dipanggil atasannya di unit kerjanya. Atasannya itu hanya menyampaikan kepada pegawai yang mau diangkat, penyerahan uangnya bukan kepada atasan. Ada orang yang ditunjuk untuk mengumpulkan, melalui orang lain lah. Itu kan cara-cara yang sudah biasa, tapi yang jelas bukan pengumpul uang itu dalangnya. SK mereka ini kan nanti diterima melalui dinas di kabupaten. Harus sampai ke pejabat di atas kepala unit kerja, pejabat seatas-atasnya, baru spektakuler. Kalau ini belum, masih yang kecil-kecilnya,” ujar Simanjuntak. (ajvg)