OTT Saber Pungli: Sekretaris Dinkes Simalungun Jadi Tersangka

OTT Saber Pungli: Sekretaris Dinkes Simalungun Jadi Tersangka

1082
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Pematang Raya (Sumber Foto: Erik'son Nababan)

Simalungun, BatakToday

Tindak lanjut dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Kepolisian Daerah yang dipimpin Ipda Joy Sianipar,S.Tr.K dan 2 orang anggota yaitu Bripka Edwart Sinulingga,SH dan Bripka Ridwan Sidabukke, di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, pada Senin siang (03/07/2017) sekitar pukul 13.00 WIB, adalah dengan meningkatkan status penanganan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Selain Flora Sandora Purba yang terjaring dalam OTT ini, juga ditetapkan tersangka lainnya, yaitu Lukman Damanik yang juga adalah Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Selasa (04/07/2017).

Dari informasi yang dirilis Humas Poldasu disebutkan, bahwa dari penyelidikan lebih lanjut oleh Tim Unit III Tipikor Polres Simalungun, dengan melakukan interogasi terhadap saksi-saksi, disimpulkan Sekretaris Dinkes Kabupaten Simalungun, Lukman Damanik, turut menjadi tersangka dalam kasus pungutan liar ini.

Kasat Reskrim dan Tim Unit III Tipikor Simalungun bersama-sama dengan Tim Saber Pungli Poldasu kemudian melakukan pencarian dan penangkapan terhadap Lukman Damanik, yang dalam operasi sebelumnya tidak turut terjaring di Kantor Dinkes Simalungun.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, status penanganan kasus dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Tim Penyidik dari Unit III Tipikor Polres Simalungun dalam penanganannya melakukan pemeriksaan dan sekaligus membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap saksi-saksi dan menyita barang bukti yang diduga terkait tindak pidana yang terjadi, maka ditemukan alat bukti  yang cukup untuk menetapkan Flora Sandora Purba dan Lukman Damanik sebagai tersangka.

Disebutkan bahwa dalam penyidikan ini ditemukan Flora Sandora Purba berperan sebagai orang yang turut membantu, sedangkan Lukman Damanik sebagai orang yang menyuruh Flora untuk melakukan pemungutan uang secara tidak sah/melawan hukum kepada para PTT Bidan dan Pegawai Honor yang diangkat menjadi CPNS di lingkungan Dinkes Simalungun.

Selanjutnya terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan di RTP Polres Simalungun dengan persangkaan Pasal 5 (2) sub pasal 11, sub pasal 12 (a), (b) atau (e) UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo psl 56 KUHPidana. (rel/ajvg)