oleh

Oxygen Community: Green Camping Ground untuk Danau Toba

Silahi Sabungan, BatakToday

Setelah memulai dengan melakukan penanaman pohon di lahan perladangan yang akan dijadikan areal Green Camping Ground pada akhir Desember 2016 lalu, anggota komunitas yang menamakan diri Oxygen Community kembali mendatangi Desa Silalahi, Kecamatan Silahi Sabungan, Dairi, untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan pertama terhadap pohon-pohon yang telah ditanam, Rabu siang (25/01/2017).

Anak-anak muda  pecinta alam dan penggiat lingkungan yang berasal dari kota Kabanjahe dan Berastagi sekitarnya, tanpa didampingi BatakToday yang sebelumnya telah menjalin kerjasama untuk pengembangan Green Camping Ground ini, melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap pohon-pohon yang ditanam pada 30 Desember 2016 lalu.

Baca berita: Oxygen Community Gagasi “Green Camping Ground” di Silalahi

Oleh kondisi cuaca yang mendukung dalam sebulan terakhir, pohon yang ditanam sebelumnya terlihat bertumbuh dengan baik. Setelah memeriksa pohon-pohon buah dan beberapa pohon enau, serta melakukan perawatan sesuai kebutuhan, Oxygen Community menanam sejumlah pohon tambahan yang berasal dari bibit yang tahun lalu dititipkan di pekarangan penginapan Bona Rest, Desa Silalahi.

Memeriksa bibit pohon di Bona Rest, Desa Silalahi (doc. O2 Comm'ty)
Memeriksa bibit pohon, Bona Rest (doc. O2 Comm’ty)

Filemont Sitepu, dipanggil Emon, sebagai koordinator tim dari Oxygen Community untuk gerakan Green Camping Ground di Kawasan Danau Toba, sebelumnya menyampaikan target pelaksanaan kegiatan kampanye gerakan di areal ini pada bulan April tahun ini.

Pilihan waktu pelaksanaan kegiatan adalah bersamaan dengan Hari Bumi (Earth Day) yang diperingati setiap tanggal 22 April setiap tahunnya, atau pilihan lain pada Hari Penanaman Pohon (Arbor Day) yang jatuh pada Jumat terakhir April.

Kegiatan ini dijadikan sebagai ajang kampanye menarik minat anak-anak muda atau masyarakat desa yang ada di sekitar Desa Silalahi.

“Dengan melihat langsung apa yang kita lakukan dengan gerakan Green Camping Ground ini, yang di satu sisi punya ‘roh’ sama dengan gerakan penghijauan. Diharapkan rekan-rekan muda, maupun masyarakat lainnya di desa sekitar Silalahi termotivasi. Turut menggalakkan penghijauan dengan cara yang sejenis dengan apa yang sedang kita lakukan,” demikian sasaran awal dari gerakan ini menurut Emon.

Oxygen Community di areal Green Camping Ground, Juma Panggal Tabu, Desa Silalahi (doc O2 Comm'ty)
Oxygen Community di areal Green Camping Ground, Juma Panggal Tabu, Desa Silalahi (doc O2 Comm’ty)

Menurutnya lagi, bahwa selama ini kegagalan gerakan penghijauan, karena sering hanya terpaku pada penanaman pohon saja.

“Yang banyak terjadi, adalah gerakan penanaman pohon. Ada yang dengan judul Tanam Sejuta Pohon, bahkan Satu Milyar Pohon. Tapi sulit mencapai sasaran jika tidak dilanjutkan dengan perawatan atau pemeliharaan. Untuk itu kita memilih konsep Green Camping Ground yang sedang kita mulai ini. Gerakan dengan konsep ini akan lebih menjamin keberlanjutan dari penghijauan itu, sejak penanaman hingga perawatan, pemeliharaan, bahkan perlindungan dari ancaman kebakaran,” terangnya.

Pemandangan Tao Silalahi dari areal Green Camping Ground (doc Lisa Novita Sari)
Pemandangan Tao Silalahi dari areal Green Camping Ground (doc Lisa Novita Sari)

“Mudah-mudahan dengan kita serius dalam melakukan gerakan ini, akan menular juga kepada teman-teman lain di desa sekitar, bahkan untuk cakupan yang lebih luas lagi, sebanyak-banyaknya desa di Kawasan Danau Toba. Gerakan ini bukan sekedar penghijauan, tetapi juga sebagai penunjang perekonomian masyarakat desa di sekitar danau. Percayakan kepada kami kaum muda ini, karena peluang untuk lebih mencintai alam dan bumi ada pada kaum muda,” pungkas Emon menyampaikan pesan dari ujung telepon. (ajvg)

News Feed