Pangkostrad “1/2 Hati”, Gubernur Sumut “Bebal”, Pemko “Takut”?

Pangkostrad “1/2 Hati”, Gubernur Sumut “Bebal”, Pemko “Takut”?

2321
Salah satu poster bergambar Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi dan poster Gubernur Sumut Dr Ir T Erry Nuradi MSi yang dipakukan ke pepohonan, di depan Universitas Simalungun, Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Selasa 10/10/2017 (Foto: Arif JV Girsang)

Pematangsiantar, BatakToday

Di Kota Pematangsiantar, hingga hari ini masih bertebaran berbagai poster ‘sosialisasi’ dengan gambar pejabat, maupun iklan usaha, yang dipakukan di pepohonan yang tumbuh di tepi jalan.

Dalam pemberitaan BatakToday sebelumnya, disebutkan poster-poster bertebaran di pepohonan sepanjang tepi Jalan Sisingamangaraja, dan beberapa ruas jalan yang lain di Kota Pematangsiantar diantaranya ‘milik’ Gubernur Sumatera Utara Dr Ir T Erry Nuradi MSi, Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi, perusahaan jasa keuangan non-bank, lembaga pendidikan, pencuci helm, kafe, rumah makan, tukang talang dan lain sebagainya.

Baca berita terkait:

Sumut Paten, Lanjutkan Memaku Pohon?

BPK “Sadar”, Pangkostrad “Menyerah”, Gubernur Sumut “Ngotot”

Citra BPK: Memaku Pohon, “Haram”…!

Dalam salah satu pemberitaan sebelumnya disebutkan, poster bergambar Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi yang dipakukan ke beberapa pohon telah dicabut, dan di beberapa tempat poster bergambar Pangkostrad ini dipasang pada tiang kayu yang ditancapkan ke tanah.

Namun dari amatan BatakToday, Selasa pagi (10/10/2017), poster bergambar Pangkostrad masih ditemukan terpasang dengan memakukannya di pepohonan di sekitar Kampus Universitas Simalungun, Jalan Sisingamangaraja. Dan poster-poster bergambar Gubernur Sumut, selain yang sebelumnya dicabut warga kota, maupun Satpol PP Kota Siantar, terlihat tetap terpaku di pepohonan di Jalan Sisingamangaraja dan beberapa ruas jalan lainnya di kota ini.

Poster bergambar Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi yang ditancapkan ke tanah, dan poster Gubernur Sumut Dr Ir T Erry Nuradi MSi yang dipakukan ke pepohonan, depan Universitas Simalungun, Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Selasa 10/10/2017 (Foto: Arif JV Girsang)
Poster bergambar Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi yang ditancapkan ke tanah, dan poster Gubernur Sumut Dr Ir T Erry Nuradi MSi yang dipakukan ke pepohonan, depan Universitas Simalungun, Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Selasa 10/10/2017 (Foto: Arif JV Girsang)

Simatupang (20), mahasiswa Universitas Simalungun yang tidak bersedia disebut nama lengkapnya dalam pemberitaan, ditemui di depan kampusnya, menyebutkan, tidak baik mengorbankan pohon sebagai tempat promosi.

“Kenapalah pohon-pohon ini yang jadi korban, dipakui untuk pasang poster atau baliho promosi. Kurang akal juga yang pasang ini. Mau usaha, mau pejabat, sama-sama nggak beres kelakuan orang-orang yang pasang ini,” ujarnya.

Dia juga menyesalkan pihak-pihak yang memaku pohon, maupun sikap Pemerintah Kota Pematangsiantar yang tidak peduli dengan keadaan ini.

“Macam kemarin itu, poster Edy Rahmayadi ini, kita pikirnya betulan, tadinya sempat dicabuti, ini dipasang lagi pakai paku. Padahal sudah cukup sportif kalau ditancap di tanah. Setengah hati juga kutengok. Kalau gubernur kita ini, sudahlah, nggak ngerti juga kita, nampaknya sudah bebal. Pemko (maksudnya Pemerintah Kota Pematangsiantar,-red.) ini pun tak perdulinya kutengok, nggak taulah, takut mungkin mencabut,” sebutnya dengan ‘repetan’ khas Siantar.

Beberapa daerah, seperti Surabaya dan Padang, telah memiliki Peraturan Daerah tentang Perlindungan Pohon, sebagai turunan dari UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (ajvg)