oleh

Pasar Porsea Diduga Dikerjakan Kontraktor Abal-abal

Toba Samosir, BatakToday

Pembangunan Pasar Porsea, Kabupaten Toba Samosir berbiaya Rp 6,5 miliar tahun anggaran 2015 diduga sarat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), karena dikerjakan oleh kontraktor abal-abal, PT Pollung Karya Abadi.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Kerjasama Non Government Organization (NGO), Jorris Sirait kepada sejumlah wartawan belum lama ini di lokasi pembangunan Pasar Porsea.

Jorris mengatakan, selama proses pengerjaan dan pembangunan pasar tersebut,  pihak PT Pollung Karya Abadi selaku pemenang tender tak pernah menghadirkan tenaga ahli di lokasi proyek.

Bahkan, CV Polo Consultan  selaku konsultan pengawas eksternal proyek tersebut juga dituding fiktif, pasalnya tenaga ahli konstruksi maupun konsultan pengawas beberapa kali ditemui di lapangan tidak pernah ada. Yang ditemui di lapangan selama proses pengerjaan yang sudah terealisasi sekitar 50 persen itu hanya manajer proyek.

 “Setiap kita ke lokasi (Pasar Porsea) tidak pernah kita temui tenaga ahli konstruksi maupun pihak konsultan pengawas dari CV Polo Consultan. Yang ada hanya marga Sagala yang mengaku manajer umum perusahaan itu,” kata Jorris.

Jorris menyebut, selama proses tender proyek pembangunan Pasar Porsea melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Toba Samosir tersebut, diyakini telah terjadi kongkalikong antara pihak ULP dengan kontraktor pemenang tender.

 “Saya yakin, dokumen personel inti atau tenaga ahli yang dilampirkan oleh perusahaan sebagai syarat untuk memenangkan tender proyek Pasar Porsea ini hanya di atas kertas atau dokumen doang,” tandas Jorrris, sembari menunjuk konstruksi bangunan Pasar Porsea yang dia nilai tak layak karena dikerjakan asal jadi.

Dia lantas mendesak pihak Pengguna Anggaran yaitu Kepala Dinas Koperindag Toba Samosir, Marsarasi Simanjuntak, agar menghentikan pembangunan pasar Porsea untuk sementara, karena proses pengerjaannya tidak didukung tenaga ahli.

Dedi Manurung selaku pengawas internal proyek Pasar Porsea, ketika dikonfirmasi BatakToday minggu lalu di lokasi proyek tidak bisa menjawab dan terkesan mengelak.

“Apa itu personel inti,” katanya singkat sembari mengalihkan pembicaraan.

Sagala yang mengaku sebagai manajer proyek ketika dikonfirmasi BatakToday mengatakan, personel inti atau tenaga ahli pembangunan Pasar Porsea tersebut, semula mengatakan tidak diperlukan di sana, karena dia sendirilah yang merangkap dan bertanggung jawab soal pembangunan Pasar Porsea tersebut.

Namun ketika pernyataannya tersebut akan diberitakan demikian, sehingga dia (Sagala, red) berkilah bahwa personel inti atau tenaga ahli konstruksi Pasar Porsea semua lengkap.

“Yah, itu lengkap semua, tapi dokumennya tinggal di Medan. Besok lah saya jemput ke Medan ya, ” kilah Sagala.

Namun, ditunggu esoknya sesuai janji yang disampaikan, ternyata Sagala tidak berada di tempat, dan dia mengaku sedang sakit.

Kepala Dinas Perindagkop Toba Samosir, Marsarasi Simanjuntak ketika dikonfirmasi beberapa kali melalui telepon selulernya, tidak pernah aktif.  (AP)

Foto: Ketua Lembaga Kerjasama Non Government Organisation (NGO) Jorris Sirait saat menunjukkan salah satu bentuk pekerjaan konstruksi pemasangan tiang Pasar Porsea yang dia nilai dikerjakan asal jadi. (bataktoday/ap).

News Feed