oleh

Pasca Bentrok, Warga Sari Rejo Berdelegasi ke Walikota Medan

.

Medan, BatakToday –

Pasca bentrok antara warga dengan TNI di lahan sengketa Sari Rejo Polonia Medan,  delegasi Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) dipimpin langsung oleh Ketua Formas Riwayat Pakpahan menemui Walikota Medan Dzulmi Eldin di rumah dinas Walikota, Selasa, (16/8/2016). Eldin mengatakan bahwa pasca bentrok warga dengan TNI AU Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo yang menyebabkan korban jatuh, ia telah bertemu dengan komandan Lanud (Danlanud) Soewondo, Letkol Arifien.

“Tadi malam saya sudah bertemu dengan Danlanud, beliau mohon maaf atas peristiwa yang terjadi. Danlanud bahkan mengaku yang terjadi itu di luar kendali. Sifatnya situasional, begitu kata Danlanud,” terang Eldin.

Dalam waktu dekat, lanjut Eldin, pihaknya akan memediasi para pihak terkait untuk duduk bersama agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi.

“Usai perayaan hari kemerdekaan ini, kita agendakan untuk duduk bersama membicarakan persoalan  tanah Sari Rejo,” katanya.

Selain itu, ungkap Eldin, Lanud Soewondo hanya menginginkan tanah seluas 50×102 meter yang menjadi pemicu aksi spontanitas warga memblokir jalan hingga berimbas bentrok dan aksi anarkis oknum TNI AU.

“Tanah itu mau dibangun rusunawa untuk personil. Hanya itu yang diinginkan pihak Lanud. Sedangkan tanah warga lainnya tidak akan diganggu. Sudah jelas itu, Danlanud sendiri yang mengatakan hal itu kepada saya,” kata Eldin.

Dikatakan Eldin, imbas aksi personel Paskhas TN AU,  pihak keluarga personil baret oranye itu juga khawatir aksi balasan dari warga lantaran bentrok kemarin.

“Makanya penjagaan diperketat oleh TNI AU,” ucap Eldin sembari mengimbau masyarakat untuk menahan diri, apalagi masyarakat telah memenangkan kasus ini di Mahkamah Agung.

Sementara itu, Ketua Formas Riwayat Pakpahan berharap Walikota Medan serta pihak terkait bisa menuntaskan persoalan ini.

“Saya berharap persoalan ini segera dituntaskan. Jika tidak, masalah baru akan timbul karena rakyat sudah resah,” jelas Pakpahan.

Menurut Pakpahan, alasan pencaplokan lahan yang memicu aksi masyarakat itu untuk dibangun rusunawa sangat tidak beralasan.

“Lahan TNI AU masih luas di Jalan Teratai Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, mengapa tidak itu saja yang mereka bangun,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, aksi brutal oknum Paskhas TNI AU Lanud Soewondo terjadi menyusul pemblokiran jalan akses dari dan menuju bandara Polonia Medan yang dipicu pematokan lahan di Jalan SMA 2 Medan atas dasar klaim TNI AU sebagai asetnya. Namun, pematokan tersebut memicu warga lainnya untuk menggelar aksi demo secara spontan yang berimbas jatuhnya korban dari pihak rakyat sipil.

Tak sampai di situ, dua orang jurnalis juga mendapat perlakuan semena-mena hingga harus mendapat perawatan secara intensif. Bahkan beberapa jurnalis lainnya juga diintimidasi dan diambil paksa identitas pers-nya.

Begitu juga dengan warga sipil turut menjadi korban kebrutalan aparat. Sejumlah rumah dan mobil turut dirusak dalam aksi oknum tersebut. ( AFR)

Foto: Aksi unjuk rasa dengan membakar ban dilakukan warga Sari Rejo Polonia di Jalan Adisucipto, Senin (14/8/2016) sebagai perlawanan atas pencaplokan lahan yang dilakukan oleh TNI AU Lanud Soewondo. (page Medan)

News Feed