oleh

PBB Fair 2015 Berakhir, Penghapusan Denda Diperpanjang hingga Akhir Tahun

Medan, BatakToday

PBB Fair 2015 yang digelar selama tiga hari (27-29 November), ditutup dengan angka penerimaan PBB Rp 31 miliar. Jumlah ini di luar pembayaran yang dilakukan masyarakat melalui Bank Sumut pada 48 cabang, cabang pembantu dan kantor kas yang tersebar di Kota Medan.

Meski capaian ini di bawah target Dinas Pendapatan Kota Medan, penerimaan PBB tersebut menambah capaian periode 2015 menjadi 85 persen dari target penerimaan PBB tahun 2015 sebesar Rp 376 miliar.

Hal itu disampaikan Kadispenda Kota Medan, Husni pada penutupan PBB Fair 2015 di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (29/11).

Husni mengaku, selama tiga hari perhelatan PBB Fair, animo masyarakat untuk hadir sekaligus membayar PBB cukup tinggi.

Untuk itulah, selain mengucapkan terima kasih, Husni juga menyampaikan permohonan maaf, apabila ada warga yang datang untuk membayar PBB namun tak sempat dilayani akibat terbatasnya loket pembayaran dan terganggunya jaringan.

Husni menegaskan, penutupan PBB Fair bukan akhir dari sunset policy pembebasan denda keterlambatan pembayaran PBB. Masyarakat bisa menyetorkan PBB dan mendapat keringanan penghapusan denda melalui loket pembayaran PBB di Bank Sumut, baik di cabang utama, cabang, cabang pembantu, maupun kantor kas yang tersebar di 48 titik di Kota Medan.

Husni optimis, jumlah Rp 31 miliar yang diperoleh saat ini akan bertambah.

“Kita usahakan kekurangan target 15 persen lagi dapat dipenuhi. Apalagi kita masih memiliki waktu sebulan lagi sebelum berakhirnya tahun 2015. Apalagi camat, lurah, dan kepala lingkungan dapat menarik PBB warga yang belum membayar sesuai dengan buku tunggakan PBB yang telah kita sampaikan sebelumnya,” kata Husni.

Selain itu, tambah Husni, Pj Wali Kota minta agar penghapusan denda dilakukan sampai akhir Desember 2015. Kebijakan ini dilakukan agar masyarakat yang tak sempat membayar PBB pada saat berlangsungnya PBB Fair akibat kesibukan kerja maupun kegiatan lainnya, tetap mendapat fasilitas penghapusan denda keterlambatan.

Husni mengatakan, akan menjadikan PBB Fair sebagai agenda tahunan. Menurutnya, optimalisasi pencapaian target PBB membutuhkan pendekatan yang bervariasi guna lebih meningkatkan penerimaan pajak.

“Fungsi pajak ini sebenarnya humanis dan melayani. Untuk itu kita akan terus meningkatkan pelayanan. Apalagi kita melihat tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar PBB dalam PBB Fair ini cukup tinggi. Tentunya ini semakin mempertebal optimisme kita, bahwa PAD dari sektor pajak dapat kita tingkatkan dengan berbagai pendekatan yang bervariasi, salah satunya melalui PBB Fair,” ungkapnya.

Selain PBB Fair, Husni menjelaskan, Pemko Medan juga akan menggelar acara pemberian penghargaan kepada 60 wajib pajak penyetor pajak hotel, restoran dan hiburan, di Selecta Jalan Listrik Medan pada 4 Desember mendatang.

“Semua kegiatan yang kita gelar ini dalam rangka membangun jembatan nurani dengan masyarakat selaku wajib pajak. Semoga dengan kegiatan yang kita laksanakan ini, animo dan tingkat kesadaran masyarakat membayar pajak semakin tinggi, guna mendorong percepatan pembangunan di Kota Medan,” harapnya.

Sebelum resmi ditutup, pagi harinya PBB Fair 2015 diisi dengan kegiatan senam massal dan masak mie balap terbanyak, tercepat dan terenak. Mie balap yang dimasak menghasilkan 673 cup dan dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir di Lapangan Merdeka. (AFR)

Foto: Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan M Husni memberikan buku tunggakan PBB kepada para camat, Selasa (24/11) lalu. (bataktoday/ab).

News Feed