oleh

Pedagang Minta Pembangunan Kios Eks Terminal Sukadame Dihentikan

Pematangsiantar, BatakToday

Usai dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, Persatuan Pedagang Kecil Eks Terminal Sukadame (PERKASI) didampingi Taruna Merah Putih (TMP) Kota Siantar, dan Aliansi Mahasiswa Bersatu Untuk Negeri (AMBUN) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Pematangsiantar, Kamis (6/10).

Dalam orasinya, kordinator aksi, Goklif Manurung menilai sejak tahun 2015 DPRD Siantar belum menuntaskan persoalan di eks Terminal Sukadame, yang saat ini dikelola Perusahaan Daerah Pembangunan Aneka dan Usaha (PD PAUS).

Goklif menyebut, dalam melakukan pembangunan eks Terminal Sukadame,  PD PAUS terlihat bersikap arogan, memaksakan kehendak, dan tidak mentaati butir-butir Peraturan daerah (Perda) No. 1 tahun 2014 tentang dasar pembentukan PD PAUS, serta Perda No. 7 tahun 2014 tentang pengalihan aset pemerintah kota kepada PD PAUS.

Selain itu, PD PAUS dianggap kerap membuat keputusan sendiri, tanpa meminta pendapat dari pedagang. Sehingga kebijakan pembangunan kios eks Terminal Sukadame di tahun 2016 ini, dianggap belum berpihak kepada para pedagang.

“Kami mintakan kepada DPRD Siantar untuk segera mengajukan penghentian pembangunan kios eks Terminal Sukdame, menunggu terpilihnya walikota definitif,” seru Goklif.

Sementara, Binsar Gultom dalam orasinya mengungkapkan, harga kios eks Terminal Sukadame yang dibangun oleh PD PAUS dinilai sangat mahal. Dimana kios yang akan dibangun dikenakan harga sebesar 50 juta per kios, dengan perincian dana pertama sebesar 5 juta, dan proses pembayaran selama 2,5 bulan (75 hari), sisanya 45 juta dicicil kembali.

Sambung Binsar lagi, menurut Perkasa pembangunan kios eks Terminal Sukadame sangat tidak sesuai dari apa yang disepakati.

“Sisa yang 45 juta, pembayarannya dikutip selama 20 tahun dengan biaya Rp. 35.000 per hari. Kami sangat tidak terima dengan kebijakan PD PAUS dalam membangun eks Terminal Sukadame. Hentikan pembangunan kiosnya pak Dewan” ungkap Binsar sambil meminta anggota DPRD keluar menemui mereka.

Sekitar setengah jam berorasi bergantian, massa akhirnya disambut Wakil Ketua DPRD Mangatas Silalahi, Togar Sitorus (Ketua Komisi II). Hotman Kamaluddin (anggota Komisi II), dan Hendra Pardede (Ketua Komisi III).

Di hadapan massa, Mangatas Silalahi mengatakan, DPRD Siantar akan menampung semua keluhan pedagang, dan dalam waktu dekat akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PD PAUS.

“Tanpa bapak dan ibu datang berunjuk rasa ke kantor DPRD, PD PAUS memang mau kita panggil RDP. DPRD juga sudah melihat banyak kebijakan PD PAUS yang kurang berpihak pada pedagang, karena saya juga punya kios di eks Terminal Sukadame,” ucap politisi Golkar ini.

Mangatas memastikan, pedagang eks Terminal Sukadame melalui perwakilannya akan diundang saat DPRD melaksanakan RDP dengan PD PAUS.

“Percayakanlah persoalan pembangunan kios eks Terminal Sukadame kepada DPRD,” tegasya disambut tepuk tangan massa.

Puas mendengar jawaban DPRD, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (EM)

News Feed