oleh

Pemandian Alam Manigom Menanti Sentuhan

Tiga Dolok, BatakToday

Pemandian Alam Manigom yang terletak di Tiga Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, hingga saat ini masih memberi kesegaran air yang dialirkan alam bagi para pengunjung. Pemandian ini berjarak sekitar 16 km dari pusat kota Pematangsiantar.

Warga Siantar Simalungun mengenal pemandian ini sejak puluhan tahun lalu. Bahkan pemuda remaja di tahun 70-an mengenalnya sebagai salah satu tempat favorit untuk dikunjungi beramai-ramai pada hari besar Nasional.

Pengunjung terlihat sedang menikmati kesegaran air di pemandian alam Manigom (elfrida)
Menikmati kesegaran air di pemandian alam Manigom (elfrida)

Sebenarnya hal itu masih berlanjut hingga hari ini, meski tak seramai dulu lagi. Kadang kaum muda dari kota-kota yang tak jauh dari pemandian ini, masih datang dengan rombongan untuk menikmati kesegaran pemandian alam ini di sela-sela liburan pendek.

Memang patut disayangkan, tempat ini tidak mendapat penanganan sebagaimana layaknya untuk dijadikan sebuah obyek wisata yang representative.

Salah seorang warga sekitar, Lispen Simarmata (28), melalui BatakToday menyampaikan harapan agar ada pihak yang peduli untuk mengemas pemandian alam ini menjadi tempat wisata yang memadai, sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung, Jumat (10/03).

“Sayang tempat ini tidak ada yang mengelolanya dengan baik. Potensinya berupa air jernih dan segar yang melimpah dari mata air alam seharusnya dapat mendatangkan banyak pengunjung, jika ditata dan dikelola dengan baik,” sebut Lispen menyayangkan kelimpahan air oleh alam, namun tidak dikelola baik.

Kurangnya fasilitas sehingga pengunjung melakukan gerakan akrobatik dengan memanfaatkan pintu air sebagai tumpuan (elfrida)
Kurangnya fasilitas, pengunjung melakukan gerakan akrobatik dengan memanfaatkan pintu air sebagai tumpuan (elfrida)

Menurutnya lagi, tempat ini sangat strategis, mudah untuk memperkenalkan terutama kepada pelintas, karena tak jauh dari jalan Nasional.

“Tempat ini strategis, tidak jauh dari jalan lintas Sumatera. Sebenarnya tinggal membangun jalan yang cukup lebar dan mulus, paling 1 km. Kemudian ditambah dengan fasilitas lain yang diperlukan oleh para pengunjung. Tempat ini tak payah untuk mempromosikannya untuk para pelintas, bahkan di hari-hari biasa,” ujarnya sekaligus sebagai sebuah harapan. (EM)

News Feed