oleh

Pembangunan Infrastruktur Dorong Pemerataan Pembangunan

Malang, BatakToday –

Pada tahun 2017 Kementerian PUPR akan terus mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur akan dilakukan merata di seluruh Indonesia agar dampaknya bisa dirasakan secara langsung oleh masyakarat. Salah satu faktor pendorong perbaikan Gini Ratio dari 0,41 menjadi 0,39 adalah pembangunan infrastruktur dalam dua tahun terakhir.

Demikian diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai Diskusi Kebijakan Pemerintah dengan Akademisi dan Kepala Daerah di Universitas Brawijaya, Kamis (5/1/2017) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara.

“Ya fokusnya di situ (pemerataan). Seperti yang disampaikan Pak Darmin (Menko Perekonomian) tadi,” kata Basuki.

Ia mengungkapkan, rasio gini yang saat ini meningkat  dari 0,41 menjadi 0,39 juga merupakan dampak dari pembangunan infrastruktur dalam dua tahun terakhir.

“Ada empat sektor yang akan terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yakni sektor jasa, pertanian dan kehutanan, pertambangan dan infrastruktur, ” ujarnya.

Menteri Basuki mengungkapkan selain membangun infrastruktur berupa jalan dan perumahan, Kementerian PUPR juga ditugaskan untuk mendukung sektor pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan penyediaan kebutuhan air untuk lahan irigasi.

“Di Indonesia saat ini memiliki 230 bendungan yang menyuplai irigasi baru sekitar 11 persen dari 7,3 juta hektare lahan irigasi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan potensi lahan irigasi tersebut Basuki menyatakan bahwa Kementerian PUPR telah menargetkan pembangunan 65 bendungan sehingga lahan yang teraliri irigasi dengan sumber air dari bendungan bisa naik hingga 20 persen. Menurutnya, dengan tersedianya bendungan di lahan irigasi dapat meningkatkan kapasitas daya tanam lahan dengan indeks penanaman (IP) 3 kali dalam setahun.

Basuki menuturkan, untuk pembangunan serta rehabilitasi irigasi, tahun ini juga dilakukan di area sawah yang masih tadah hujan. Rehabilitasi irigasi seluas 3 juta hektare ini akan dilakukan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Tahun ini, kata Basuki, akan ada 3 bendungan yang selesai dibangun,  yakni Bendungan Raknamo di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bendungan Teritip dan Bendungan Marangkayu di Provinsi Kalimantan Timur.

Tahun 2016 lalu, sebanyak 8 bendungan baru telah dimulai pembangunannya. Kedelapan bendungan tersebut yakni Bendungan Way Sekampung di Lampung, Bendungan Ciawi, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Cipanas, dan Bendungan Sukamahi di Jawa Barat, Bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara serta Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur. (Phil/Ind)

News Feed