oleh

Pemburu Politik Uang “Pukul Mundur” Siluman Politik Uang di Pulau Pramuka

Kepulauan Seribu, BatakToday

Tim Pemburu Politik Uang berhasil mempersempit dan mencegah pergerakan oknum-oknum yang ingin melakukan politik uang dalam Pilkada DKI 2017 di Kepulauan Seribu. Sehingga tidak ada pihak yang dapat mempengaruhi kebebasan masyarakat yang akan memberikan hak suaranya dalam Pilkada DKI 2017.

Para Relawan, satu hari sebelum hari pemungutan suara Pilkada DKI berhasil mendirikan 50 Posko Pemburu Politik Uang. Menurut Erwan Budiana, Koordinator Relawan Pemburu Politik Uang di Kepulauan Seribu, adanya gerakan para Relawan membuat keder ‘petugas siluman’ yang akan memainkan Politik Uang di kepulauan itu.

TPS di Pulau Pantara, salah satu pulau terluar gugus Kepulauan Seribu (erwan budiana)
TPS di Pulau Pantara, salah satu pulau terluar gugus Kepulauan Seribu (erwan budiana)

Erwan menyampaikan melalui pesan singkatnya kepada BatakToday, Jumat (17/2/2017), bahwa di tengah segala keterbatasan transportasi dan komunikasi, Pemburu Politik Uang berhasil ‘memukul mundur’ oknum-oknum yang sebelumnya telah diindikasikan sebagai petugas siluman Politik Uang, khususnya di Pulau Pramuka yang menjadi ‘medan pertempuran’ yang paling ketat antara ketiga Paslon Pilkada DKI.

“Secara khusus di Pulau Pramuka, yang kemarin ramai soal Al-Maidah, kita cegah oknum-oknum petugas siluman Politik Uang untuk bermain. Mereka tidak bisa bergerak bebas di sana, ada relawan kita, ada spanduk dan baliho Pemburu Politik Uang. Itu semua membuat masyarakat melek hukum. Sehingga masyarakat bisa leluasa menentukan pilihannya. Kita Relawan Independen, tapi kita juga menjadi saksi hidup bagaimana Paslon yang selama ini dijelekkan oleh pihak lawannya, bisa menang di 2 dari 3 TPS di Pulau Pramuka, yaitu TPS 7 dan TPS 8,” sebut Erwan.

Erwan menyebutkan lagi, tak kurang Kapolsek Kepulauan Seribu Utara mengucapkan terimakasih kepada Relawan Pemburu Politik Uang, karena aparat sangat terbantu dengan adanya partisipasi langsung dari anggota masyarakat yang menjadi Relawan Independen.

TPS di Pulau Macan, salah satu pulau terluar gugusan Kepulauan Seribu (erwan budiana)
TPS di Pulau Macan, salah satu pulau terluar gugusan Kepulauan Seribu (erwan budiana)

Kemudian Erwan bercerita bagaimana tantangan yang mereka hadapi untuk mengawal pelaksanaan Pilkada DKI di Kepulauan Seribu. Dia mengatakan Pemburu Politik Uang tidak mau kecolongan, sehingga turut dalam pengawalan kotak suara ke dan dari pulau-pulau, meski dengan sarana transportasi yang pas-pasan.

“Untuk pulau-pulau yang paling jauh jaraknya, kita Relawan Pemburu Politik Uang ikut mengawal, sambil patroli. Itu semua pulau yg paling jauh jaraknya. Saat patroli, mengawal kotak suara dari pulau satu ke pulau yang lainnya, keadaan ombak besar. Dan kita hanya menggunakan perahu nelayan tangkap ikan, dengan kapasitas angkut hanya 5 orang,” kisahnya, meski terlambat menyampaikan pesan karena kesulitan mendapat sinyal komunikasi.

Suasana TPS di Pulau Kaliagi, salah satu pulau terluar dari gugusan Kepulauan Seribu (erwan budiana)
Suasana TPS di Pulau Kaliagi, salah satu pulau terluar dari gugusan Kepulauan Seribu (erwan budiana)

Terakhir diketahui, bahwa Erwan dan dan warga lain di Kepulauan Seribu pernah menyampaikan kemarahannya, saat para politisi di Jakarta ‘menggoreng’ isu tentang ayat Al-Maidah.

Ketika itu mereka menyebutkan, terserah warga menentukan Paslon yang akan dipilihnya, tetapi 25 orang sebagai utusan warga Kepulauan Seribu, termasuk Erwan, pergi menemui Ahok dan Djarot untuk menyampaikan dukungan bahwa masyarakat Kepulauan Seribu tidak pernah merasa ada penistaan agama dalam ucapan Ahok terkait ayat Al-Maidah, saat kunjungannya ke Pulau Pramuka. (ajvg)

News Feed