oleh

Pemerintah Persiapkan Pembangunan 2 Tol Baru di Sumut

Medan, BatakToday –

Saat ini tiga ruas jalan tol di Sumut dalam proses pengerjaan, yakni ruas jalan tol Medan-Binjai, Medan-Kualanamu, dan Medan-Tebingtinggi. Pemerintah juga sedang mempersiapkan rencana pembangunan jalan tol ruas Tebingtinggi-Kisaran melalui Pelabuhan Kualatanjung, dan Tebingtinggi-Siantar-Parapat.

“Dua tol baru ditugaskan kepada kami saat ini, dan panitia pembebasan tanah untuk kedua jalur ini sudah dibentuk. Jika bisa segera selesai, maka itu akan segera terlaksana,” kata kepala Balai Besar Pelaksana Jalan nasional II (BBPJN II) Paul Siahaan saat menggelar konferensi pers di kantornya Jl Sakti Lubis Medan, Rabu (26/10/2016).

Namun, Paul belum mau berandai-andai tentang jadwal pelaksanaan pembangunan kedua ruas jalan tol tersebut. Ditegaskannya, pelaksanaan pembangunan akan segera dimulai jika pembebasan lahan selesai.

Paul mengungkapkan, pembangunan jalan tol Medan-Binjai yang dibagi dalam tiga segmen sudah menunjukkan progres yang signifikan. Untuk segmen 3 (Binjai-Semayang) dan segmen 2 (Semayang-Asrama) diperkirakan selesai awal 2017. Sementara segmen 1 (Asrama-Tanjungmulia) belum bisa dituntaskan karena masih ada lahan di kawasan Tanjungmulia yang belum berhasil dibebaskan.

Lebih lanjut dijelaskan, progres untuk ruas tol Medan-Kualanamu kini mencapai 60 persen dari panjang 17,8 Km, dan lahan untuk jalan sisa sepanjang 3,3 km belum berhasil dibebaskan.

“Jika Desember ini pembebasan lahan bisa beres, kita pastikan 2017 tol selesai,” katanya.

Kemudian tol Medan-Tebingtinggi yang dibagi dalam 6 segmen dan dikerjakan oleh PT Jasamarga, progresnya sudah mencapai 50 persen dengan kondisi pembebasan lahan hampir 100 persen.

“Di segmen 6, yaitu dari di kawasann Tebingtinggi masih ada lahan yang belum berhasil dibebaskan,” ujarnya.

Menurut Paul, jika pembebasan lahan sudah rampung dalam waktu dekat, maka pertengahan 2017 tol akan bisa dibuka dan dimanfaatkan.

Paul mengapresiasi langkah Gubernur Sumut yang telah melakukan terobosan untuk percepatan penyelesaian pembebasan lahan.

“Pak Gubernur melakukan percepatan dengan mengevaluasi secara berkala kendala-kendala yang dihadapi panitia pembebasan lahan, bahkan telah membentuk tim percepatan pembebasan lahan,” katanya.

Paul optimis pembangunan tol Tebingtinggi-Siantar-Parapat tidak akan sesulit pembangunan jalur tol lainnya. Pasalnya, jalur lahan yang akan dilalui pada umumnya lahan perkebunan yang dikelola BUMN.

“Mungkin akan lebih mudah, tidak seperti yang dihadapi di pembangunan tol lainnya, banyak lahan dimiliki perseorangan,” katanya. (AFR)

News Feed