oleh

Pemko Siantar, Apa Lagi yang Kau Tunggu?

Sekitar 2 bulan setelah dilantik menjadi Wakil Walikota, Hefriansyah,SE,MM langsung turut merayakan Hari Jadi Kota Pematangsiantar Ke 146, sebagai orang nomor satu di Pemerintah Kotanya.

Dengan masa tugas sesingkat itu, barangkali kurang pantas juga menuntut kado khusus Hari Jadi Pematangsiantar kali ini, berupa prestasi yang diukirnya untuk kotanya. Bukankah baru 2 bulan?

Namun menjadi awal dari catatan tentang Hefriansyah sebagai orang nomor satu saat ini di Pemko Siantar, yaitu ketika pada hari pertama bertugas, 23 Februari 2017 lalu, meski ‘hanya’ sebagai Wakil Walikota, Hefriansyah saat itu telah memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lapangan Adam Malik. Dalam apel itu dia meminta agar seluruh ASN memperbaiki pola kerja, meningkatkan loyalitas, dedikasi, inovasi, integritas, serta profesionalisme sehingga masyarakat mendapatkan layanan maksimal.

“Masyarakat kota Pematangsiantar, sudah menantikan gerak cepat kita untuk melayani mereka,” katanya saat memimpin apel perdananya saat itu.

Kemudian, kurang lebih sebulan seminggu setelah apel gabungan itu, Jumat (31/3), Hefriansyah mengukuhkan dan melantik kembali dalam jabatan 29 orang Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemko Pematangsiantar.

Lantas, hari ini sudahkah ASN Eselon II yang memimpin masing-masing Dinas, Badan dan Inspektorat itu dapat bekerja sesuai tupoksi dan tanggungjawabnya? Ternyata TIDAK…! Ada yang timpang…!!!

Struktur Organisasi di masing-masing SKPD saat ini belum terbentuk dengan benar. Bahasa lainnya, di Siantar yang ada ASN Eselon II, di bawahnya masih tanda tanya. Mengapa begitu lama, 2 bulan menjadi orang nomor satu di kota Siantar, Hefriansyah belum ‘berhasil’ menata organisasi pemerintahannya.

PP Nomor 18 Tahun 2016 cocok untuk apa yang Hefriansyah minta kepada ASN Pemko Siantar saat apel pertamanya di atas, yaitu memperbaiki pola kerja, meningkatkan loyalitas, dedikasi, inovasi, integritas, serta profesionalisme sehingga masyarakat mendapatkan layanan maksimal. PP itu juga sekaligus untuk percepatan pembangunan Birokrasi Pemerintah Daerah yang profesional. Namun hingga saat ini, PP ini masih kelihatan mati angin di tangan Hefriansyah.

Realitanya, ASN Pemko Siantar yang notabene anak buah  Hefriansyah, ‘mundur’ di tempat saat ini. Mereka tidak memiliki struktur organisasi kerja yang tertata baik. Siapa memimpin siapa, terutama di tingkatan operasional, sama sekali tidak jelas.

Jika dianalogikan dengan tubuh manusia, SKPD hanya punya kepala, tidak jelas leher yang mana, tangan kaki dan bagian tubuh lainnya juga belum punya. Lantas bagaimana tubuh mau bekerja dengan baik.

Tak perlu panjang lebar, pertama Hefriansyah harus segera menuntaskan organisasi perangkatnya, agar dapat merealisasikan apa yang dimintanya kepada ASN di lingkungan Pemko Pematangsiantar pada apel gabungan pertamanya kala itu. Apalagi untuk merealisasikan peningkatan pelayanan dan pembangunan di kota Siantar.

Benar Hefriansyah yang masih ‘hanya’ sebagai Wakil Walikota, ataupun sebagai Plh Walikota, harus konsultasi dengan pemerintah atasan dalam melakukan penataan itu. Namun, jangan sampai timbul pertanyaan tentang kemampuan organisasinya, selaku orang paling bertanggungjawab di Pemko Siantar saat ini.

Atau jangan sampai timbul pertanyaan, ibarat mempertanyakan opera Batak di Lapangan Horbo pada masa lalu, yang pertunjukannya tak jua dimulai. Apa masih ada pemain yang ditunggu atau barangkali target penjualan tiket belum tercapai sebelum pertunjukan dimulai, pak Hefriansyah…??? (***)

News Feed