oleh

Penambang Batu “Siluman” Bermunculan di Tapanuli Utara

Tapanuli Utara, BatakToday

Para penambang batu “siluman”, yang tidak memilik ijin penambangan bahan galian C, bermunculan di daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Setiap harinya diperkirakan mengeruk keuntungan ratusan juta, bahkan millyaran rupiah.

Penambang batu siluman itu menjalankan operasinya untuk mengambil batu dari pegunungan Batu Harang Sipultak, Kecamatan Pagaran, dengan memakai alat–alat berat jenis excavator. Kelihatan mereka tidak lagi takut kepada petugas yang datang ke lokasi, karena ijin galian C sudah dikeluarkan oleh Pemprov Sumatera Utara.

Kepala Badan Perizinan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Tapanuli Utara, Ir Alkari Purba, kepada wartawan, Senin (29/2) di Tarutung, mengatakan tidak pernah mengeluarkan ijin maupun diminta berkoordinasi sehubungan maraknya penambangan tersebut.

“Penambang batu di Batu Harang Sipultak Kecamatan Pagaran tersebut, tidak ada kita keluarkan ijinnya. Dalam waktu dekat bersama Sat Pol PP, Dinas Pertambangan dan Energi dan Kantor Lingkungan Hidup, akan ke lokasi untukmenertibkannya. Ijin galian C ini menjadi dilema bagi kabupaten, sebab kewenangannya sudah di Pemprovsu. Begitupun tidak masalah, karena daerah berhak melakukan penertiban. Apalagi yang dirugikan adalah Taput,” ujar Alkari.

Alkari menjelaskan lebih lanjut lagi, bahwa penambangan atau segala aktivitas yang berbahaya untuk lingkungan, wajib ditertibkan,

“Banyak penambang siluman yang mendesak untuk ditertibkan, karena lokasi penambangannya sudah mengancam kondisi lingkungan hidup. Ini semua sebagai dampak telah dikeluarkannya PP NO 23 tahun 2014 tentang kewenangan pemerintah daerah, terkait masalah perijinan atas penambangan galian C. Semua penambang siluman akan kita tertibkan kendatipun bukan Taput yang menerbitkan ijinnya. Paling tidak kita tanya apakah ada ijin penambangan galian C-nya. Semua instansi terkait akan rapat dulu untuk membahasnya. Tapi yang jelas,  penambang batu di Kecamatan Pagaran tidak ada galian C,” tandas Alkari.

Terpisah, terkait penambang batu siluman itu,  Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Taput Ir. Polmudi Sagala yang dihubungi wartawan menegaskan, mereka bermunculan di Taput untuk mengeruk tambang batu dari gunung, maupun pasir sungai, sebagai dampak  dicabutnya kewenangan kabupaten untuk mengendalikan dan menerbitkan ijin galian C telah dicabut.

“PP NO 23 tahun 2014 tersebut jelas blunder. Kabupaten kehilangan pegangan hukum, karena untuk penertiban bagi yang belum memiliki galian C akan seenaknya berdalih lain. Kebanyakan para penambang itu berdalih bahwa ijin galian C-nya masih dalam proses di propinsi. Yang sebenarnya hanyalah akal-kalan saja, agar dapat beroperasi mengambil batu dari gunung sana. Yang rugi daerah atau Taput. Lihat saja penambangan di Batu Harang Kecamatan Pagaran itu. Setiap harinya mengambil batu dari gunung, memakai alat berat excavator lagi. Bisa saja ribuan meter kubik yang dihasilkan setiap harinya. Ini perlu kita sikapi bersama masalah penertibannya,” ujar Polmudi Sagala.

Dia mengatakan, dulunya masalah galian C tidak ada yang neko–neko di Taput, karena siapa pemilik ijin sudah jelas. Jika memang masih dalam proses pengurusan ijinnya di propinsi, harusnya tidak bisa beroperasi menambang batu. Menjadi dilema dengan PP No. 23 tahun 2014 itu. Sehingga penambang siluman banyak bermunculan untuk mengeruk keuntungan.

“Bisa saja penilaian masyarakat bahwa Pemkab Taput yang terkesan membebaskan para penambang siluman itu beroperasi dengan memakai alat–alat berat. Begitupun kita bersama instansi terkait akan berupaya menertibkannya. Apapun yang terjadi,” tegas Kadis Pertambangan Taput itu.

Pantauan wartawan, penambang batu itu beroperasi di Batu Harang, Sipultak Dolok, Sipultak Toruan dan Simeme, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara. Penambangan menggunakan alat berat jenis excavator, sehingga setiap harinya dapat mengeruk ribuan kubik batu dari pegunungan Sipultak. (TN)

 

Foto :

Ilustrasi Penambangan batu siluman”, yang bebas beroperasi dengan memakai alat berat di Batu Harang Sipultak, Kecamatan Pagaran, Tapanuli Utara (tn/bataktoday)

News Feed