Penasehat Hukum Dirman Rajagukguk: “Dakwaan Jaksa Copy Paste”

Penasehat Hukum Dirman Rajagukguk: “Dakwaan Jaksa Copy Paste”

673
Boy Raja Marpaung SH, bersebelahan dengan Jeffrianto Sihotang SH, saat membacakan eksepsi untuk kliennya Dirman Rajagukguk (bataktoday ajvg)

Balige, BatakToday

Sidang lanjutan perkara dugaan Pembakaran Hutan dengan terdakwa Dirman Rajagukguk, setelah sebelumnya Ketua Adat Huta Tukko Nisolu ini dilaporkan oleh pihak PT. Toba Pulp Lestari (TPL), berlangsung di Pengadilan Negeri Balige, Senin petang (29/05/2017) .

Agenda persidangan dengan Nomor Perkara: 112/Pid.B/LH/2017/PN.Blg, yang merupakan sidang ke-2 dalam perkara ini adalah pengajuan Nota Keberatan atau Eksepsi oleh Penasehat Hukum, atas dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Devica Lumban Batu SH, pada persidangan pertama, Senin (22/05/2017), seminggu sebelumnya.

Advokat Boy Raja Marpaung SH dan Jeffrianto Sihotang SH, dari BAKUMSU Medan, dalam eksepsinya yang dibacakan Boy Raja, mengajukan keberatan atas ketidakcermatan dakwaan JPU terhadap kliennya. Disebutkan bahwa JPU telah mendudukkan Dirman Rajagukguk sebagai terdakwa dengan susunan dakwaan alternatif, yaitu yang Pertama melakukan dengan sengaja membakar hutan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d jo. Pasal 78 ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 1999 tentang Kehutanan jo. UU RI Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang, atau Kedua, karena kelalaian membakar hutan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d jo. Pasal 78 ayat (4) dari undang-undang yang sama dengan dakwaan pertama.

Menurut penasehat hukum Dirman, dakwaan Pertama dengan Kedua adalah perbuatan pidana yang unsur perbuatannya berbeda, yaitu yang pertama dilakukan dengan sengaja (dolus), sementara yang kedua karena kelalaian (culpa), tetapi dalam kedua dakwaan yang diajukan, JPU membuat uraian perbuatan yang sama, atau penasehat hukum menyebutnya hanya salinan ulang (copy paste) antara dakwaan yang satu dengan yang lainnya.

Penasehat Hukum menyimpulkan ketidakcermatan menimbulkan dakwaan menjadi kabur, sehingga sebagaimana dinyatakan dalam Yurisprudensi yaitu Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 600/K/Pid/1982, dakwaan tersebut dapat dibatalkan. Dan oleh karenanya, memohon kepada Majelis Hakim, demi hukum agar membatalkan dakwaan JPU dan membebaskan kliennya dari seluruh dakwaan.

Majelis Hakim yang menangani perkara ini diketuai Marsal Tarigan SH, dengan Hakim Anggota Azhary Prianda Ginting SH, MH dan Arief Wibowo SH, MH. Sidang selanjutnya, dengan agenda penyampaian jawaban atas eksepsi, akan dilaksanakan pada hari Senin minggu berikutnya, tanggal 6 Juni 2017.

Sementara itu, perkara lain yang dihadapi Dirman Rajagukguk, yaitu kasus dugaan pencurian kayu, rencana akan menjalani sidang pembacaan putusan hakim pada hari Rabu tanggal 31 Mei 2017. Dirman dihadapkan ke depan persidangan setelah sebelumnya juga dilaporkan oleh pihak PT. Toba Pulp Lestari (TPL).

Saat dijumpai di Sopo AMAN Tano Batak, Jalan Cornel Simanjuntak, Balige, seusai persidangan petang itu, kepada BatakToday Dirman menyebut pasrah atas perkara yang disebutnya sebagai cobaan yang bertubi-tubi.

Aha na naeng dohonon, nga songon i na ro tu iba on. Maningon nihadapan do sudena i, adong do Namarhuaso namamboto i sude. Holan i do, molo tu penjara do au, sude ma par Tukko Nisolu gabe aloni par TPL. Nga adong intel ni par TPL na hea manungkun i tu par huta, ajai nga diboto halahi par TPL i be i (Apa mau dikata, sudah begini kejadian yang menimpa saya. Itu semua harus dihadapi, ada Yang Maha Kuasa yang tahu semuanya itu. Cuma, kalau saya masuk penjara, semua warga Tukko Nisolu jadi lawan TPL. Sudah ada ‘intel’ TPL yang pernah menanyakan hal itu kepada orang sekampung saya, dan orang TPL sudah tahu itu),” sebutnya datar. (ajvg)