oleh

Pendukung Dirman Rajagukguk: “PT. TPL Rampas Tanah Adat Tungko Nisolu”

Balige, BatakToday-

Beranda gedung Pengadilan Negeri Balige sontak ramai dengan kehadiran sejumlah warga Masyarakat Adat Tungko Nisolu, dari Desa Parsoburan Barat, Toba Samosir, Rabu siang (03/05/2017).

Dengan sejumlah poster, meski sederhana, berisikan tuntutan pembebasan Dirman Rajagukguk, yang pada hari ini akan menjalani persidangan pembacaan pembelaan terdakwa dalam perkara sebagai ‘hasil’ pengaduan PT. Toba Pulp Lestari (TPL), dan kemudian didakwa melanggar pasal dalam UU Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dan pencurian kayu milik PT. TPL.

Pada persidangan minggu lalu, Jaksa Penuntut Umum akhirnya ‘hanya’ menuntut Dirman dengan pasal pencurian, bukan pengrusakan hutan, dengan tuntutan 10 bulan hukuman penjara.

Dalam poster yang dibentangkan di beranda depan, jalan masuk ke gedung PN Balige, Masyarakat Adat Tungko Nisolu   menyebut PT. TPL sebagai perampas tanah adat Tungko Nisolu, dan menuntut penutupan perusahaan tersebut, serta menuntut penghentian kriminalisasi terhadap Masyarakat Adat.

Sejumlah 25 orang warga Masyarakat Adat Tungko Nisolu datang dari desanya, memberikan dukungan moril kepada ketua mereka, Ketua Adat Huta Tungko Nisolu, Dirman Rajagukguk. (ajvg)

News Feed