oleh

Penyidikan Memasuki Bulan Ke-9, Massa Desak Kejari Siantar Tuntaskan Kasus PD PAUS

Pematangsiantar, BatakToday

Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Bersatu Untuk Negeri (AMBUN), Persatuan Pedagang Kecil  Eks Terminal Sukadame (PERKASA), dan Taruna Merah Putih (TMP), melakukan unjuk rasa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar, mendesak penuntasan penyidikan kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS), Kamis (6/10).

Proses penyidikan kasus dugaan korupsi di tubuh PD PAUS dimulai pada Desember 2015, terkait dana penyertaan modal Pemko Siantar di TA.2014 dan TA.2015 dengan total Rp 9 milyar, dan atas dana pembelian kios Pasar Melanthon Siregar tahun 2015 sebesar Rp 4,6 milyar.

Dalam orasinya, koordinator aksi Goklif Manurung menilai Kejari Siantar sangat lamban melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di PD PAUS. Menurut Goklif, Kejari Siantar tidak serius menangani penyidikan kasus tersebut.

“Kami datang kesini untuk mempertanyakan sejauh mana penyidikan Kejari Siantar terkait kasus dugaan korupsi di PD PAUS. Jangan bermain-main melakukan penyidikan pak Kejari. Dana penyertaan modal PD PAUS itu uang rakyat,” sebut Goklif dalam orasinya.

Lanjut Goklif, massa sangat kecewa melihat sikap Kejari Siantar yang menyatakan masih menunggu hasil audit Badan Pengawas Keuangan Provinsi (BPKP) perwakilan Sumatra Utara untuk dapat menetapkan tersangka. Karena sesuai investigasi mereka, audit BPKP Provinsi terhadap dana penyertaan modal PD PAUS sudah dimulai sekitar empat bulan yang lalu.

“Kenapa Kejari harus menunggu hasil audit BPKP Provinsi untuk menetapkan tersangka. Kami saja menilai dana penyertaan modal PD PAUS sebesar 9 Miliar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ada apa dengan Kejari?,” tegasnya, disambut sorak sorai  massa.

Kajari Siantar, M Masril, memberikan keterangan kepada massa (bataktoday/em)
Kajari Siantar, M Masril, memberikan keterangan kepada massa (bataktoday/em)

Sekitar 20 menit kemudian,  Kepala Kejari Siantar, M Masril didampingi Kasi Intel Jefferson Hutagaol keluar menemui massa. Di hadapan massa, M Masril menegaskan, Kejari Siantar sangat serius dalam menangani kasus dugaan korupsi di PD PAUS.

Dia mengutarakan, saat ini Kejari Siantar sedang berkoordinasi denga Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara, untuk melakukan audit perhitungan kerugian keuangan negara.

“Kejari sudah mengirim surat ke BPKP Sumut untuk berkoordinasi. Yakin dan percayalah saudara-saudara sekalian, Kejari Siantar bakal menuntaskan kasus dugaan korupsi PD PAUS ini,” tegas Masri disambut tepuk tangan massa.

Menanggapai pernyataan M Masril, kordinator aksi, Goklif Manurung menyebut, AMBUN, Perkasa dan TMP akan mengawal proses penyidikan kasus PD PAUS sampai tuntas.

Kemudian, massa pun beranjak menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Pematangsiantar untuk melanjutkan aksinya.

Penyidikan kasus dugaan korupsi di PD PAUS dimulai setelah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan dengan nomor: Print.Dik.01/N:.12/FD.1/12/2015, tertanggal 14 Desember 2015.

Hingga saat ini proses penyidikan telah memasuki bulan ke-9 sejak diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan, namun tersangka belum juga ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri Pematangsiantar. (EM)

News Feed