oleh

Peran Tokoh Agama Efektif Membendung Penyalahgunaan Narkoba

Bekasi, BatakToday –

Di tengah maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat aditif (NAPZA), pemerintah mengharapkan peran aktif kalangan tokoh dan pemuka agama dalam upaya penanggulangannya. Sebagai tokoh yang menjadi teladan dan perilakunya menjadi panutan bagi umat, maka pelibatan tokoh dan pemuka agama diharapkan efektif untuk meminimalisasi keterlibatan masyarakat terhadap penyalahgunaan zat-zat yang merusak generasi bangsa tersebut.

Demikian diungkapkan  Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Marjuki, pada kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA yang diikuti oleh 223 orang tokoh agama dari beberapa provinsi di Hotel Aston Bekasi, Kamis (03/11/2016).

“Para tokoh agama sebagai role model diharapkan mampu menjadi agen-agen perubahan di masyarakat yang dapat menjalankan fungsi-fungsinya sebagai penyuluh, fasilitator, mediator, penjangkau dan melakukan deteksi dini serta menjadi pendamping bagi korban penyalah gunakan NAPZA,” ujar Marjuki.

Pada kesempatan itu pula, Direktur Rehablitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA Wakito Budi Kusumo mengatakan bahwa pengaruh dan faktor kedekatan para tokoh dan pemuka agama dengan para jamaah dan masyarakat adalah potensi yang dapat dimaksimalkan untuk mendukung pemerintah dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba .

Senada, Kasubdit Kelembagaan dan Sumber Daya Direktorat RS Penyalahgunaan NAPZA, Prayitno optimis, kegiatan yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 3 s/d 6 November 2016 itu dapat membuka dan memperkuat jejaring kerja antara komponen masyarakat dengan pemerintah. Dengan sinergi yang baik tersebut, Prayitno yakin upaya penyelamatan generasi muda dari penyalahgunaan NAPZA dapat dilaksanakan secara efektif dan strategis. (Phil/setrehsos)

News Feed