oleh

Peredaran Narkoba di Simalungun Merambah Hingga ke Pedesaan

Pematangsiantar, BatakToday –

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar, Rustam Efendi mengungkapkan, peredaran narkoba di Kabupaten Simalungun tidak hanya terjadi di kawasan perkotaan, namun telah merambah hingga ke banyak desa (nagori).

“Misalnya, waktu kami (BNNK Siantar) sosialiasi di Nagori Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Disana warga sangat mengeluhkan peredaran dan penggunaan narkoba jenis sabu maupun ganja. Bahkan kaum ibu menunjukkan langsung tempat para pengguna mengkonsumsi narkoba. Kejadian serupa terjadi juga saat kami bersosialisasi di Kecamatan Raya, Purba,  Tapian Dolok, dan Bandar,” ucap Rustam di kantor BNNK Siantar, Senin (9/1/2017).

Rustam menjelaskan, maraknya peredaran narkoba di sejumlah desa dibuktikan dengan meningkatnya peserta rehabilitasi asal Kabupaten Simalungun setiap tahunnya. Menurutnya, 50 persen peserta rehabilitasi yang diselenggarakan BNNK Pematangsiantar berasal dari Simalungun.

“Narkoba yang digunakan biasanya ganja atau sabu. Sama seperti peserta rehabilitasi asal kota Siantar, awalnya mereka memakai narkoba karena ingin coba-coba atau dipengaruhi temannya. Lalu seterusnya jadi kecanduan memakai narkoba,” katanya.

Dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Simalungun, terang Rustam, BNNK Siantar akan selalu aktif turun bersosialisasi ke desa-desa dan mengimbau masyarakat pedesaan supaya berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba.

“Personil kami kan terbatas. Tapi itu pun,  kapan saja BNNK siap dipanggil bersosialisasi oleh berbagai pihak. Ketika bersosialiasi, kami tetap konsisten menyarankan warga di desa agar membawa keluarganya yang teribat penggunaan narkotika untuk direhabilitasi ke BNNK. Kemudian apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba, kami selalu tekankan warga melaporkannya ke pihak berwajib, baik BNNK atau kepolisian.” Ujar Rustam mengakhiri. (EM)

News Feed