oleh

Perempuan di DPRD Siantar tentang “Wanita Pendamping DPO”

Pematangsiantar, BatakToday

Nurlela Sikumbang, salah satu wakil rakyat dari “kaum perempuan” di DPRD Siantar mengungkapkan, dia belum mengetahui secara pasti kebenaran berita tentang pejabat wanita pimpinan salah satu SKPD kota Siantar berinisial FS, yang berada dalam satu kamar hotel dengan Pancasila Sibarani, ketika pria dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus dugaan korupsi pengutipan retribusi parkir tepi jalan tahun 2015 itu, tertangkap dalam penggerebekan oleh Tim Kejaksaan Agung, di Jakarta pada hari Selasa (06/09/2016) lalu. Dia mengaku mengetahui ‘berita’ tersebut dari pemberitaan di berbagai media.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/9), kepada wartawan Nurlela mengatakan, jika terbukti isu benar, dia akan turut kecewa. Menurutnya, seorang pejabat publik harus bekerjasama dengan penegak hukum saat mengetahui keberadaan seorang buronan dalam DPO.

“Akan sangat disesalkan, andai kata nantinya FS terbukti ada di kamar hotel yang sama, saat penangkapan Pancasila Sibarani.” ucapnya berandai-andai.

Nurlela juga menyampaikan, seorang pejabat publik yang bekerja digaji oleh rakyat, haruslah mempunyai sikap yang baik dalam kehidupan sehari-harinya. Karena dengan adanya sikap yang baik,  dia yakin pejabat publik pasti bisa menjadi teladan bagi bawahannya, dan panutan terhadap masyarakat.

“Sebagai mitra kerja,  DPRD selalu berharap supaya semua pejabat publik pemko Siantar mempunyai sikap yang baik.” tegasnya.

Diharapkannya, Penjabat (Pj) Walikota Siantar Jumsadi Damanik, bersikap arif dan bijaksana sehubungan berita ini. Dan di satu sisi, sebagai wakil rakyat, Nurlela mengatakan  DPRD juga ikut resah mengenai isu ini.

“Kita kan masih menunggu, bagaimana perkembangan proses hukum selanjutnya terhadap Pancasila Sibarani. Nah, jika nantinya isunya terbukti benar, Pj Walikota harus mengambil sikap tegas terhadap FS sesuai peraturan berlaku, dan atas dasar kepantasan” ujarnya mengakhiri.

Terpisah, ketika BatakToday menemui Kepala Inspektorat Kota Siantar, Robert Dontes Simatupang sehubungan berita tentang FS yang ‘mendampingi’ Pancasila Sibarani dalam kamar hotel ketika ditangkap, dia mengatakan baru mengetahui isu itu dari pemberitaan.

“Saya hanya mengetahui isu tersebut dari media. Saya belum bisa berkomentar banyak. Karena apa masalahnya, dan siapa oknum pejabat wanita berinisial FS, saya tidak tau,” ucap Robert di ruang kerjanya, Rabu (14/9).

Tetapi Robert menegaskan, Inspektorat akan berkordinasi dengan SKPD terkait untuk mengetahui kebenaran isu tersebut, agar tidak meresahkan bagi para pejabat SKPD pemko Siantar lainnya.

Disamping itu, walau isu tersebut sudah sangat hangat di kota Siantar, Robert mengaku belum ada diperintahkan oleh Pj Walikota Jumsadi Damanik, untuk segera menindaklanjutinya.

Sementara, Kabag Hukum pemko Siantar, Gilbert Ambarita, yang sebelumnya mengaku sudah diperintahkan Pj Walikota untuk berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Siantar, demi memastikan kebenaran isu tersebut, tidak mengangkat teleponnya walau terdengar nada aktif, ketika dihubungi BatakToday via seluler sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (14/9).

Sumber BatakToday menyebutkan, dalam waktu dekat Kejari Siantar bakal memeriksa FS, salah satu pejabat wanita pimpinan SKPD di pemko Siantar, yang berada dalam satu kamar hotel, saat penangkapan Pancasila Sibarani minggu lalu. (EM)

News Feed