oleh

Perkara Pancagila Masih Berlanjut, Sidang Ke-22 Replik JPU

Balige, BatakToday

Setelah menjalani persidangan pada pekan lalu, dengan agenda pembacaan pledoi untuk terdakwa, perkara dugaan penghinaan Lambang Negara atau dikenal luas dengan sebutan Kasus Pancagila, hari ini Senin (20/02/2017) di Pengadilan Negeri Balige, Toba Samosir, akan digelar sidang ke-22, dengan agenda penyampaian replik (jawaban) Jaksa Penuntut Umum atas pledoi tersebut.

Dalam pledoi pribadinya sepekan yang lalu, terdakwa dalam perkara ini, Sahat S Gurning menyatakan tetap pada pendiriannya bahwa tindakan yang dilakukannya dengan postingan ‘mural’ yang di dalamnya ditunjukkan Sahat menendang sesuatu yang menurut dia bukan Lambang Negara yang karakternya telah diatur oleh Undang Undang.

Sahat menyebutkan lagi, dia melakukan ‘penendangan’ seperti dalam gambar, setelah memastikan itu bukan Lambang Negara. Sehingga dia mendesak melalui pledoinya agar Majelis Hakim menegakkan hukum sesuai UU RI Nomor 24 Tahun 2009.

Tentang tulisan Pancagila, Sahat mengatakan itu adalah merupakan  otokritik atas seluruh persoalan pelaksanaan isi Pancasila yang menurutnya belum terlaksana sebagaimana mestinya.

Dan di akhir pledoinya, Sahat kembali menegaskan tuntutannya agar Pemerintah RI segera mewujudkan Pancasila dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dan menambahkan agar hak-hak Masyarakat Adat dikembalikan, dilaksanakannya revolusi agraria, pengakuan administrasi kependudukan untuk Penghayat Kepercayaan, miskinkan dan tembak mati koruptor, serta sesegeranya pelaksanaan Ekonomi Pancasila.

Lihat Video: Kasus Pancagila: Sahat S Gurning tentang Lambang

Sementara itu, Penasehat Hukumnya, Sri Falmen Siregar SH dan Kirno Siallagan SH, menyatakan dalam fakta persidangan dan dari seluruh alat bukti yang disajikan dalam persidangan, bahwa terdakwa tidak terbukti mencoret, menulisi, menggambari, ataupun membuat rusak Lambang Negara, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Dan disebutkan juga oleh Penasehat Hukumnya, tulisan Sahat Gurning tentang Pancagila sama sekali tidak mengubah isi sila maupun butir Pancasila. Dan Sahat juga tidak menyatakan Pancagila adalah sebagai pengganti Pancasila seperti terkandung dalam gambar pada Lambang Negara.

Sehingga Penasehat Hukum meminta agar Majelis Hakim membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, dan mengembalikan seluruh hak-hak terdakwa.

Di akhir persidangan minggu lalu, ketika ditanya Majelis Hakim, JPU menyatakan akan menyampaikan jawaban atau replik atas pembelaan atau pledoi terdakwa, yang kemudian diagendakan untuk persidangan pada hari ini, Senin (20/02/2017). (ajvg)

News Feed