oleh

Pesan Natal Bersama PGI-KWI: Pembangunan Semakin Memberi Harapan

Jakarta, BatakToday –

Dalam Pesan Natal Bersama Tahun 2016, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak umat Kristiani untuk meneladani pengorbanan Allah yang berkenan turun ke dunia untuk memperbaiki situasi hidup umat manusia, dengan berperan aktif untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan. Dalam perjuangan mengatasi masalah-masalah tersebut, penyertaan Allah menumbuhkan sukacita dan harapan kita dalam mengusahakan hidup bersama yang lebih baik.

“Oleh karena itu, kita merayakan Natal sambil berharap dapat menimba inspirasi, kekuatan dan semangat baru bagi pelayanan dan kesaksian hidup, serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam setiap pilihan hidup,” demikian kutipan pesan bersama yang ditandatangani Ketua Umum PGI Pdt Dr Henriette TH-Lebang dan Ketua KWI  Mgr Ignatius Suharyo.

Dalam pesan natal yang mengangkat tema “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11) tersebut, PGI dan KWI mengajak umat sebagai warga negara untuk bersyukur atas upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang semakin memberi harapan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan yang merata.

Walaupun belum sesuai dengan harapan, umat Kristiani sudah menyaksikan adanya peningkatan dan perbaikan pelayanan publik, penegakan hukum, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pendidikan. Umat diminta untuk memandang peningkatan dan perbaikan yang telah terjadi sebagai wujud nyata sukacita iman sebagaimana diwartakan oleh malaikat kepada para gembala, “aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk 2:10).

PGI dan KWI mengakui bahwa masih ada juga segi-segi kehidupan bersama yang harus terus kita perhatikan dan perbaiki. Misalnya, umat kadang masih menghadapi kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Masalah korupsi dan pungli juga masih merajalela, bahkan tersebar dari pusat hingga daerah.

Masalah kemiskinan juga masih memprihatinkan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka kemiskinan per Maret 2016 masih sebesar 28,01 juta jiwa. Keprihatinan lain yang juga memerlukan perhatian dan keterlibatan umat Kristiani untuk mengatasi peredaran dan pemakaian narkoba. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015 memperlihatkan bahwa pengguna narkoba terus meningkat jumlahnya. Pada periode Juni hingga November 2015 terjadi penambahan sebesar 1,7 juta jiwa, dari semula 4,2 juta menjadi 5,9 juta jiwa. Semakin banyaknya pengguna narkoba itu tidak lepas dari peran produsen dan pengedar yang juga bertambah.

Umat Kristiani juga diminta bekerja keras untuk mendewasakan dan meningkatkan kualitas demokrasi. Penyelenggaraan Pemilu merupakan salah satu sarananya, seperti Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak (Pilkada serentak) yang akan dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 di 101 daerah terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota.

“Peristiwa itu akan menjadi ujian bagi partisipasi politik masyarakat dan peningkatan kualitas pelaksana serta proses penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut,” ujar pesan bersama mengingatkan.

Umat Kristiani selanjutnya diminta untuk menjadikan tantangan-tantangan tersebut menjadi kesempatan untuk mengambil prakarsa dan peran secara lebih nyata dalam menyikapi berbagai persoalan hidup bersama. Umat diimbau untuk berperan dalam menciptakan hidup bersama yang damai dengan terus melakukan dialog, melawan korupsi dan pungli dengan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran pembangunan. Umat juga diajak untuk meningkatkan semangat berbagi untuk mengatasai problem kemiskinan.

“Kita lawan narkoba dengan ikut mengupayakan masyarakat yang bebas dari narkoba, khususnya dengan menjaga keluarga kita terhadap bahaya barang terlarang dan mematikan itu,”

Untuk meningkatkan kualitas demokrasi melalui keterlibatan penuh tanggungjawab dengan menggunakan hak pilih dan aktif berperan serta dalam seluruh tahapan dan pelaksanaan Pilkada. PGI-KWI juga berharap agar penyelenggara Pilkada dan para calon kepala daerah menjunjung tinggi kejujuran dan bersikap sportif, menaati semua aturan yang sudah ditentukan dan aktif berperan menjaga kedamaian demi terwujudnya Pilkada yang berkualitas.

“Kita tolak politik uang. Jangan sampai harga diri dan kedaulatan kita sebagai pemilih kita korbankan hanya demi uang,” tegas pesan bersama.

Pada bagian akhir pesan bersama, PGI-KWI mengajak umat Kristiani untuk mensyukuri berkat yang telah diterima sepanjang tahun yang segera berlalu, seraya mengajak umat untuk berbagi berkat sukacita kelahiran Yesus Kristus kepada sesama dan seluruh ciptaan.

“Kita mewujudkan karya kebaikan Allah itu melalui perhatian dan kepedulian kita terhadap berbagai keprihatinan yang ada dengan aktif mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, perayaan kelahiran Yesus Kristus ini dapat menjadi titik tolak dan dasar bagi setiap usaha kita untuk lebih memuliakan Allah dalam langkah dan perbuatan kita,” demikian PGI-KWI mengakhiri pesan natal bersama. (marc)

News Feed