oleh

Pilkada Humbahas Kacau, Ada 2 Paslon dari Golkar

Dolok Sanggul, BatakToday

Terjadi kekacauan politik di Kabupaten Humbang Hasundutan, menyusul penetapan dua pasangan calon bupati-wakil bupati yang diusung dari satu partai politik yang sama oleh KPU Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pengamat poitik, Erikson Simbolon, kepada BatakToday, di Dolok Sanggul, Rabu (18/11)  menyatakan kebingungannya atas putusan KPU Kabupaten Humbahas yang menetapkan dua pasangan calon bupati dari Partai Golkar.

“Dengan memasukkan dua paslon bupati dari satu partai, itu inkonstitusional. KPU tidak profesional. KPU sudah menghancurkan perpolitikan di Humbahas. Pilkada Humbahas harus ditunda, karena tidak ada dasar hukum satu partai mengusung dua paslon. Ini sudah kesalahan besar dan tidak dapat ditolelir,” tegas Erikson.

Mantan anggota DPRD Tapanuli Utara itu berpendapat, seandainya pun semua kursi atau suara dari anggota DPRD Humbahas dari Partai Golkar disatukan, tak bisa partai berlambang pohon beringin itu mengusung dua pasangan calon.

“Ada apa dengan KPU Humbahas. Apakah mereka sudah menerima sesuatu dari kedua paslon sehingga mereka tak berani menggugurkan salah satu. Quo vadis KPU Humbahas?” kata Erikson.

Sebelumnya, pasca sengketa pilkada yang diajukan pasangan Palbet Siboro-Henri Sihombing  (Paten) dan pasangan Harry Marbun-Momento Sihombing (Harmoni), KPU Kabupaten Humbahas akhirnya menetapkan pasangan Paten sebagai pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Humbahas.

Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti putusan Panwaslih Kabupaten Humbahas Nomor 3/PS/PWSL.HBH.02.13/XI/2015 tertanggal 10 November 2015. Penetapan itu dituangkan dalam Surat Keputusan KPU Kabupaten Humbahas Nomor 271/Kpts/002.434857/XI/2015.

Selain menetapkan pasangan calon Paten, KPU Kabupaten Humbahas juga mengumumkan penetapan nomor urut dan nama pasangan calon dalam daftar pasangan. Nomor 4 diberikan untuk pasangan Palbet-Henri, dan nomor  5 untuk pasangan Harri Marbun- Momento Sihombing.

Dalam pengumuman penetapan nomor urut  tersebut, KPU Kabupaten Humbahas menjelaskan, pasangan Palbet-Hendri  diusung Partai Golkar sesuai putusan Panwaslih Kabupaten Humbahas nomor 03/PS/PWSL.HBH.02.13/ XI/2015, sedang pasangan Harri-Momento diusung Partai Golkar sesuai putusan PT TUN Medan nomor 10/G/PILKADA/2015/ PT.TUN-MDN.

Terkait penetapan ini, komisioner KPU Kabupaten Humbahas Deliani Saragih kepada  wartawan mengatakan, bahwa pihaknya hanya menjalankan putusan Panwaslih Kabupaten Humbahas dan putusan PT TUN Medan.

“Dasar penetapan ini adalah putusan Panwaslih Humbahas dan putusan PT TUN Medan. Kami hanya menjalankan. Sebab kedua putusan itu adalah bersifat final dan mengikat. Jika tidak dijalankan maka bisa dipidana,” jelas Deliana.

Meskipun putusan tersebut di luar Peraturan KPU, katanya lagi, pihaknya tidak memiliki ruang untuk menolak atau tak menjalankan kedua putusan tersebut.

“Kedua putusan itu final dan mengikat. Jadi mau bagaimana lagi dibuat. Terkait bagaimana nanti proses dan legalitasnya kita serahkan ke pihak peradilan atau Mahkamah Konsitusi. Kami hanya menjalankan putusan. Kemudian, hasil konsultasi kami dengan pihak KPU RI juga demikian, termasuk saran Bawaslu RI sependapat dengan yang sekarang,” terangnya. (FT)

Foto ilustrasi

News Feed