oleh

Pilkada Tobasa: Warga Protes Putusan Panwaslih yang Meloloskan Paslon MONANGTA

Tobasa, BatakToday.  Putusan sengketa pemilukada Panitia Pengawasa Pemilihan (Panwaslih) Toba Samosir yang meloloskan pasangan Monang Sitorus-Chrissie Sagita Hutahaean (Monangta) menjadi calon KDH menuai protes sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Jujur (Ampijur) Tobasa. Massa Ampijur Tobasa melakukan unjuk rasa ke kantor Panwaslih Tobasa di Balige, Senin (14/9).

 Dalam aksinya, aliansi ini meminta agar Panwaslih membatalkan putusan sengketa yang merekomendasikan pasangan Monangta sebagai calon Bupati/Wakil Bupati, karena putusan tersebut dianggap telah mencederai semangat dan cita-cita demokrasi.

 “Dengan membatalkan SK KPU Tobasa tentang penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Tobasa, Panwaslih jelas-jelas telah mencederai semangat dan cita-cita demokraso di Tobasa ini. Kami minta ketua dan anggota Panwaslih mundur dari jabatannya,” seru koordinator aksi, Sintong Pardosi, dalam orasinya.

 “Salah seorang pimpinan Panwaslih telah melakukan tindak pidana pemilu dengan mencoba mengajak dan mengarahkan penyelenggara lainnya untuk memuluskan balon perseorangan. Hal ini dibuktikan dalam pernyataan saksi dalam musyawarah sengketa pilkada. Untuk itu, kami minta ketua dan anggota Panwaslih mundur dari jabatannya,” lanjut Pardosi.

 Ampijur Tobasa menilai Panwaslih telah melakukan tindakan sewenang-wenang dengan mengeluarkan putusan sengketa yang memaksa KPU Tobasa membatalkan SK penetapan calon. Hal itu dianggap telah melampaui batas kewenangan Panwaslih.

 Selain menggugat putusan sengketa serta menuntut agar ketua dan anggota Panwaslih mundur, Ampijur Tobasa juga mendesak Panwaslih Tobasa untuk segera menindak lanjuti pengaduan masyarakat atas adanya dugaan pemalsuan tandatangan dukungan dan penggunaan KTP palsu dalam dokumen dukungan pasangan balon perseorangan.

 Menanggapi hal itu, Ketua Panwaslih Junpiter Pakpahan didampingi Guntur Hutajulu menegaskan bahwa putusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada yang mereka gelar antara pemohon pasangan Monangta dengan termohon KPU Tobasa.

 Terkait laporan pengaduan pemalsuan tandatangan, pengunaan KTP palsu dalam dokumen dukungan pasangan balon perseorangan, menurut Junpiter Pakpahan sedang diproses.

 Putusan hasil musyawarah penyelesaian sengketa pilkada antara pasangan bakal calon Monang Sitorus- Chrissie Sagita Hutahaean dengan KPU Tobasa dilakukan pada hari Jumat (11/9) yang lalu setelah mengalami beberapakali penundaan. Keputusan Sengketa Nomor: 001/PS/PWSL.TPU.02.06/VIII/2015 mengabulkan permohonan yang diajukan pasangan Monang Sitorus- Chrissie Sagita Hutahaean untuk seluruhnya, membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Toba Samosir Nomor: 54/kpts.02.434801/2015 dan menetapkan Drs. Monang Sitorus, SH dan Chrissie Sagita Hutahaean sebagai pasangan calon peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Toba Samosir 2015, serta meminta kepada KPU Toba Samosir untuk membuat Keputusan baru dengan menambahkan Drs. Monang Sitorus, SH dan Chrissie Sagita Hutahaean sebagai pasangan calon peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toba Samosir.

Hingga pemberitaan ini, BatakToday belum berhasil meminta tanggapan dari pasangan Poltak Sitorus–Robinson Tampubolon (POLTAKRO) dan Darwin Siagian–Hulman Sitorus (WINMAN) atas lolosnya pasangan Monang Sitorus–Chrissie Sagita Hutahaean dari lobang jarum. ( JS )

News Feed