oleh

Pj Wali Kota Binjai Akan Tindak PNS Pembangkang

Binjai, BatakToday

Pj Wali Kota Binjai Riadil Akhir Lubis menegaskan akan menindak tegas Kepala SKPD yang terbukti melakukan pembangkangan. Informasi yang beredar di kalangan birokrat Pemerintah Kota Binjai, beberapa pimpinan SKPD menunjukkan pembangkangan dengan tidak menandatangani pakta integritas tentang netralitas dalam pilkada tanggal 9 Desember, serta tidak hadir dalam rapat-rapat kedinasan atas undangan wali kota dan hanya diwakili oleh pejabat eselon tiga.

“Kita akan nilai sesuai dengan aturan, dan akan kita tindak bila benar itu memang bagian dari pembangkangan,” ungkapnya kepada para wartawan di DPRD Kota Binjai, Jum’at (9/10).

Dijelaskannya, dalam pilkada tugas seorang PNS sebagai warga negara adalah memilih salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. “Tetapi jangan coba-coba ikut ke dalam proses pilkada. Saya ingatkan selaku PNS jaga netralitas, karena apabila sampai ketahuan terlibat di dalam proses pilkada maka akan diberikan sanksi sesuai peraturan,” tegas Riadil.

Disinggung tentang keterlibatan beberapa oknum kepala dinas dan PNS di jajaran Pemko Binjai mendukung salah satu paslon, Riadil mengatakan itu akan menjadi perhatian khusus, namun ia menjelaskan belum menerima laporan tentang masalah itu. “Jadi kalau ada pelanggaran yang dilakukan para kadis atau PNS terkait pilkada dengan mengarahkan massa kesalah satu paslon, saya akan tindak,” ujarnya tegas.

Sebagaiman diberitakan beberapa media, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Binjai Maffullah Daulay alias Ipung mengumpulkan PNS, guru dan honor di rumahnya di kompleks perumahan Damai Indah, Kecamatan Binjai Utara. Pada pertemuan yang dijaga ketat oknum preman itu, para honorer dijanjikan akan diangkat menjadi PNS apabila mereka memenangkan Idaham-Timbas menjadi wali kota. Selesai memberikan pengarahan, untuk memenangkan Idaham, para PNS, guru dan honor diberikan uang Rp 50 ribu dengan dalih pengganti transport.

Panwaslih telah melayangkan surat panggilan kepada Maffullah Daulay, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum memenuhi panggilan Panwaslih.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang adanya isu ia akan didemo oleh bawahannya karena dinilai terlalu tegas dalam menjalankan tugas, Riadil mengaku heran. “Apa memang begitu? Kita hanya menjalankan peraturan dan aturan yang ada dan PNS itu harus netral,” ungkapnya  sambil memasuki mobilnya. (lud)

Keterangan foto:

Pj Wali Kota Binjai Riadil Akhir Lubis (kedua dari kanan) pada acara launching mekanisme partisipasi masyarakat melalui media website Kota Binjai, Selasa (29/9).

News Feed