oleh

Pj Walikota Siantar: “ASN Yang Berpihak pada Salah Satu Paslon, Langsung Saya Pecat!”

Pematangsiantar, BatakToday –

Penjabat Walikota Pematangsiantar Jumsadi Damanik menegaskan akan menerapkan sanksi tegas bahkan memecat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti berpihak kepada salah satu pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tunda Pematangsiantar yang akan digelar 16 November mendatang, apalagi terbukti melakukan aktivitas mempengaruhi dan mengarahkan pemilih untuk memenangkan salah satu paslon. Penegasan itu disampaikan saat mengumpulkan seluruh Camat dan Lurah se Kota Pematangsiantar di rumah dinas walikota, Jalan MH Sitorus, Kamis (20/10/2016) petang.

“Saya minta seluruh ASN netral dan jangan mencoba-coba untuk berpihak pada salah satu pasangan calon. Saya akan langsung memecatnya, jika memang anda terbukti berpihak pada salah satu pasangan calon. Ingat, ini tidak main-main! Apalagi Pilkada Pematangsiantar yang sudah tertunda 10 bulan ini pasti menjadi sorotan media dan masyarakat luas. Sekali lagi saya ingatkan, saya tidak ingin mendapat laporan dari media maupun masyarakat bahwa saudara tidak netral,“ tegas Jumsadi.

Dalam acara yang digelar Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) ini, Pj Walikota juga memaparkan berbagai informasi seputar proses pilkada susulan yang tak sampai sebulan lagi. Menurutnya, pilkada tertunda Siantar akan membetot perhatian para pimpinan partai politik. Karena itu, seluruh ASN diminta untuk mendukung proses demokratisasi berjalan secara fair, tanpa ada intimidasi dari pejabat kepada bawahannya.

“Semua petinggi partai pasti akan memberikan perhatian atas Pilkada Pematangsiantar ini. Juga akan banyak tokoh tokoh nasional yang memantau jalannya pilkada ini. Perhatian media, termasuk media sosial juga akan luar biasa besarnya, sehingga semua aktivitas saudara-saudara akan mudah terpantau dan terpublikasi. Ingat bahwa UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada, ASN yang berpihak terancam sanksi berat. Menjadi ASN itu harus netral, biarkanlah politik itu berjalan, kita jangan mencampuri politik. Tugas kita sebagai ASN adalah mensukseskan pilkada secara administrasi, jadi jangan coba- coba ikut-ikutan berpolitik,“ tegasnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Pj Walikota juga menegaskan agar seluruh Camat dan Lurah melayani masyarakat tanpa membebani dengan kutipan-kutipan yang tidak resmi.

“Saya tegaskan, jangan ada kutipan apa pun yang tidak resmi kepada masyarakat dalam pengurusan apa pun. Presiden Jokowi sendiri sudah menginstruksikan untuk tidak melakukan pungli, bahkan urusan Rp 10 ribu pun akan ditindak. Jangan sampai anda jadi korban pertama di Pematangsiantar ini,” tandasnya.

Tampak hadir mendampingi Pj Walikota, Asisten II M Akhir Harahap, Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan Pardamean Silaen, Plt Kepala Badan Kesbangpolinmas Ruspina Siregar, dan Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian. (ajvg/rel)

News Feed