oleh

Polisi Amankan Empat Pelaku Begal di Medan

Medan, BatakToday

Unit Reskrim Polsek Medan Baru mengamankan empat pelaku begal yang kerap beraksi di Kota Medan. Pelaku begal yang diamankan yaitu Putra alias Cintay (21), Suherman alias Ade (19), Ahmad Sofyan alias Pian (32) warga Jalan Sidomulyo, Tembung, dan Resky Afandi (17) warga Jalan M Yacub Medan.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronni Bonic didampingi Kanit Reskrim AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, penangkapan pelaku berawal saat korban Noni (37) dengan mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Imam Bonjol, samping Kantor DPRD Medan pada Jumat (27/7/2016) malam.

Keempat pelaku yang menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU dan Honda Vario memepet korban.

“Pelaku menodongkan pisau ke leher korban. Korban yang ketakutan menyerahkan sepeda motornya,” kata Ronni dalam paparannya, Senin (8/8/2016).

Berdasarkan laporan korban, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku S dan F di kos-kosan di Jalan Tembung.

“Petugas melakukan pengembangan dan menangkap Putra alias Cintay (21) saat mengendarai sepeda motor bersama pacarnya. Kita melakukan pengembangan lagi dan mengamankan Ahmad Sofyan alias Pian,” ucapnya.

Satu diantara pelaku Putra alias Cintay (21) warga Jalan Sidomulyo, Tembung terpaksa dilumpuhkan di kedua kakinya karena saat diamankan melakukan perlawanan.

“Pelaku diamankan di kawasan Perumnas Simalingkar saat berboncengan dengan pacarnya. Saat diamankan pelaku melawan petugas. Kita memberikan tembakan peringatan, namun pelaku tetap melarikan diri. Jadi petugas memberikan tindakan tegas terukur,” kata Kompol Ronni Bonic.

Ronni mengatakan, pelaku Putra merupakan ketua begal yang kerap beraksi di sejumlah wilayah di Kota Medan.

“Pelaku merupakan ketua begal. Dalam aksinya pelaku tidak segan-segan melukai korbannya,” ucapnya.

Pelaku telah 21 kali menjalankan aksi kejahatannya.

“Paling banyak, pelaku beraksi di wilayah hukum Polsek Medan Baru,” ujarnya.

Sepeda motor hasil kejahatan yang dilakukan pelaku dijual kepada seorang penadah yang merupakan oknum TNI berinisial AL di Tapak Tuan dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Sepeda motor itu dijual dengan perantara Ahmad Sofyan alias Pian,” ucapnya.

Pelaku Putra mengaku, melakukan aksi kejahatan karena untuk membantu temannya yang kini mendekam di Tanjung Gusta.

“Kawanku di Tanjung Gusta bang. Jadi uang hasil kejahatan diberikan kepada kawanku itu. Namanya setia kawan bang. Kawanku ditangkap dalam kasus yang sama,” kata pelaku sambil menguraikan air mata.

Pelaku mengaku, kerap beraksi selalu berempat maupun berlima.

“Aku dapat sekitar Rp 500 hingga Rp 600 dari uang penjualan sepeda motor hasil kejahatan kami,” ungkapnya.

Sementara pelaku Resky Afandi (17) mengaku baru sekali ikut melakukan aksi begal.

“Baru sekali bang. Aku masih sekolah kelas III SMU. Aku kenal mereka di kos, di Tembung,” ujarnya.

Resky mengaku uang hasil kejahatan digunakannya untuk beli pakaian.

“Aku dapat Rp 400 ribu. Uangnya kugunakan untuk beli pakaian,” katanya.

Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap satu rekan pelaku berinisial A.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 365 KUHPidana. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” kata Ronni.

Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Suzuki Satria FU, uang Rp 300 ribu, 1 buah pisau, 1 unit hp, baju, celana, dan 1 unit kenakel (knuckle).

“Petugas masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lagi, berinisial A,” katanya. (AFR)

Foto:

Pelaku begal yang diamankan oleh Unit Reskrim Polsekta Medan Baru, yaitu Putra alias Cintay (21), Suherman alias Ade (19), Ahmad Sofyan alias Pian (32) warga Jalan Sidomulyo, Tembung, dan Resky Afandi (17) warga Jalan M Yacub Medan, Mapolsekta Medan Baru, Senin 8/8/2016 (bataktoday/afr)

News Feed