oleh

Polres Tobasa Gerebek Judi Dadu “Besar-Kecil”, Kades Masuk Anggota DPRD Dilepas

Tobasa, Bataktoday

Judi dadu “besar-kecil”, dengan menebak mata dadu sebelum mengguncang dalam gelas, “kecil” 1 sampai 3, dan “besar” 4 sampai 6, dengan taruhan uang Rp 50 ribu dan 100 ribu, akhirnya menyeret Martahan Silaen dan Panal Sitorus ke depan persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Balige, pada Selasa (25/3) kemarin.

Kedua terdakwa ini diajukan ke pengadilan sebagai tindak lanjut hasil penggerebekan yang dilakukan oleh 6 personil Polres Tobasa, pada sebuah warung di Desa Silaen, Kecamatan Silaen, Toba Samosir, pada tanggal 21/1/2016 yang lalu.

Dari lokasi kejadian polisi menyita barang bukti berupa uang Rp 2,5 juta, dan alat permainan 1 buah biji dadu dan gelas tempat mengguncang dadu.

Martahan dan Panal yang sedang menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di PN Balige ini, adalah 2 dari 4 orang tersangka yang diserahkan Polres Tobasa kepada Kejaksaan Negeri Balige, untuk selanjutnya dihadapkan ke persidangan.

Dalam sidang pemeriksaan terhadap kedua terdakwa ini, terkuak bahwa ada 6 orang lainnya yang turut dalam permainan judi itu, tetapi tidak diproses lebih lanjut oleh Polres Tobasa, yang bertindak sebagai penyidik dalam kasus ini.

Terdakwa Martahan Silaen menjelaskan  bahwa masih ada 6 orang lagi pelaku judi dalam kasus ini yang belum ditahan oleh pihak Polres Tobasa.

“Ada 6 orang lagi kawan kami main judi yang tidak ditahan Polres. Yang 6 orang itu, namanya Piter Panjaitan, Hendra Silaen, si Gultom, tidak tahu saya namanya. Kemudian Firman Nadeak, Nikson Panjaitan dan Hendra Panjaitan,” sebut Martahan.

“Sewaktu kami diproses di Polres, di Porsea, juru periksa berjanji akan menangkap pemain yang lainnya. Kalianlah dulu kami proses, begitu janji polisi itu sama kami “ kata Martahan lebih lanjut.

Saat Majelis Hakim mempertanyakan keberadaan salah seorang yang sebelumnya namanya disebut, yaitu Hendra Silaen, Martahan menyebutkan bahwa orang tersebut terlibat sebagai pemain dalam permainan judi itu.

“Hendra Silaen memang benar ikut main judi. Saat polisi menggerebek, Hendra ikut ditangkap. Tapi entah kenapa kemudian Hendra Silaen dilepaskan polisi begitu saja,” terang Martahan kepada Hakim.

Ketika giliran anggota Majelis Hakim, Simon Sitorus, bertanya tentang pekerjaan Hendra Silaen, terkuak bahwa ada anggota DPRD yang terlibat dalam permainan judi itu.

”Hendra Silaen itu, anggota DPRD Tobasa dari Partai PKPI kalau saya tak salah,” jawab Martahan.

Terdakwa berikut, Panal Sitorus, ketika memberi kesaksian dalam persidangan, membenarkan keterlibatan keenam orang yang sebelumnya disebutkan Martahan.

“Saya tidak rela kalau hanya untuk kami saja hukum diberlakukan. Saya ditahan Polres Tobasa dua hari setelah penggerebekan itu. Kami memang sudah salah melakukan perjudian. Kalau hukum mau ditegakkan, silahkan pelaku yang 6 orang lagi juga ditahan, biar sama-sama dikenai hukuman yang berlaku,” jawab Panal atas pertanyaan hakim.

Panal Sitorus juga menjelaskan kepada Majelis, bahwa pihak Polres Tobasa berjanji akan menangkap  pelaku judi  lainnya.

“Polres janji akan menangkap mereka, kalau bersembunyi akan dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tapi sampai sekarang pihak Polres Tobasa tidak menepati janjinya” ujarnya.

Setelah mendengarkan penjelasan kedua terdakwa, anggota Majelis Hakim Simon Sitorus meminta kepada pihak Kejaksaan agar menindaklanjuti seluruh fakta dalam persidangan.

“Jaksa Penuntut Umum supaya menindaklanjuti fakta hukum di dalam persidangan, yang didasarkan pada keterangan terdakwa sebagai saksi untuk terdakwa lainnya, yang kesaksiannya diberikan di bawah sumpah, dan Panitera sudah mencatatkan semuanya di Berita Acara Persidangan,” tegas Majelis Hakim.

Dalam wawancara singkat dengan BatakToday sesaat setelah persidangan, Panal Sitorus menyatakan kekecewaannya terhadap proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.

“Saya tidak terima hukum itu tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jangan karena Hendra Silaen orang kaya dan anggota DPRD Tobasa, lantas hukum yang sama tidak diberlakukan untuk dia. Saya juga pejabat, saya Kepala Desa di kampungku. Saya terima konsekuensi hukum atas perbuatan ini. Semua yang 6 orang lagi juga harus ditangkap, bukan hanya Hendra Silaen. Semua sudah kami buka di persidangan,” tukas  Panal Sitorus.

Majelis Hakim dalam persidangan ini diketuai oleh Syafril P Batubara SH MH, yang  beranggotakan Simon Charles Pangihutan Sitorus SH dan Christoffel Harianja SH, dengan Panitera Robin Nainggolan SH MH. (JS)

Foto:

Salah satu terdakwa kasus judi dadu “besar-kecil”, dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Pengadilan Negeri Balige, Selasa 15/3/2016 (js/bataktoday)

News Feed