oleh

Posko Pemburu Politik Uang

Jakarta, BatakToday

Meskipun dalam suasana 101 Pilkada Serentak 2017, alias rakyat sedang berpesta demokrasi tiap 5 tahun sekali, namun penegakan hukum tidak boleh tebang pilih.  Melalui tekanan massa yang besar, Kapolri telah memutuskan Ahok diadili, maka semua Paslon lain yang terindikasi, apalagi sudah masuk tahap penyidikan, proses hukumnya harus segera diproses.

Hal ini dikatakan Sabar Mangadu Tambunan, dari Gerakan Batak Muda Dunia yang sedang menggalakkan berdirinya Posko Pemburu Pelaku Politik Uang untuk mewujudkan “Jakarta Bersih” dalam Pilkada Serentak 2017.

Sabar Mangadu di sela-sela kegiatannya menyebutkan tujuan pendirian posko adalah  membangun budaya partisipatif di masyarakat demi Rakyat Berdaulat dan Bermartabat, yang menjadi satu keharusan untuk tercapainya kesejahteraan rakyat.

“Hayoo semua…, kita tunggu apa lagi? Saatnya Komunitas suku suku Nusantara bangkit, berpartisipasi konkrit di lapangan, ikut mendirikan Posko Pemburu Politik Uang ini demi membangun Rakyat Berdaulat dan Bermartabat. Demokrasi yang lebih, menjamin mampu sejahterakan rakyat banyak serta bangsa dan negara kita,“ ajaknya.

Baca juga: Penjarakan Pemberi & Penerima Politik Uang, 6 Tahun Rp 1 Miliar…

Untuk Pilkada Jakarta 2017 kali ini, Batak Muda Dunia telah mendirikan posko-posko Pemburu Pelaku Politik Uang atas permintaan warga sendiri, agar rumah atau tempatnya dijadikan posko.

“Ternyata, banyak sekali warga Jakarta yang memintanya. Saat ini sampai ribuan, terutama permintaan dari pemukiman padat dan kumuh. Semangat dan militansi warga Jakarta ini amat menggembirakan kita semua. KPUD, Polisi dan BAWASLU Provinsi, serta Kementerian Dalam Negeri dan partai-partai politik, apalagi para Paslon dan tim pemenangannya, harus segera  menyambut dan menfasilitasi pendirian posko-posko Pemburu Pelaku Politik Uang ini,” pungkas Sabar Mangadu.

News Feed