oleh

Presiden dan Ibu Negara Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Pakaian Adat dari Sumatera

Jakarta, BatakToday –

Menjelang berlangsungnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Presiden Joko Widodo menyampaikan harapannya agar  rakyat Indonesia harus lebih optimistis dan semangat dalam membina persatuan dan kerukunan antarsesama.

Mengenakan pakaian tradisional dari Aceh, Jokowi mengatakan bahwa warga negara harus melihat ke depan dengan optimisme, sambil menjaga perdamaian satu sama lain.

“Kita harus memberikan porsi yang lebih banyak kepada kerukunan, persatuan, dan kesatuan karena stabilitas politik dan keamanan merupakan modal yang paling fundamental dalam membangun negara ini,” ucapnya kepada wartawan di sisi barat Istana Merdeka, Jumat (17/8/2018) pagi.

Presiden Jokowi yang telah menetapkan penggunaan pakaian tradisional sebagai dress code pada setiap Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, menjelaskan bahwa ia percaya pentingnya untuk melestarikan keanekaragaman budaya sebagai bagian dari identitas nasional. Pada 2017 lalu, ia mengenakan pakaian tradisional Kalimantan Selatan saat memimpin upacara.

(dok KSP)

 

Terletak di wilayah paling utara Sumatera, Aceh pernah menjadi daerah yang bergolak, saat  pemerintah mencoba untuk memadamkan pemberontakan separatis yang dipimpin oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kepada provinsi yang mayoritas dihuni oleh Muslim konservatif itu kemudian diberikan status otonomi khusus dan diizinkan untuk menerapkan syariah.

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana, yang mengenakan pakaian tradisional Minangkabau Sumatera Barat, yang juga dikenal sebagai provinsi konservatif. Tahun lalu, Ibu Negara juga mengenakan pakaian tradisional dari provinsi yang sama.

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, mengenakan pakaian tradisional Bugis dari provinsi asal mereka, Sulawesi Selatan. (phil/ksp)

News Feed